Fakta Nasional

Awal Puasa 2026 Berpotensi Beda: Antara Hilal Lokal dan Global, Pilih yang Mana?

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Masyarakat Indonesia kembali dihadapkan pada potensi perbedaan awal Ramadan 1447 Hijriah yang jatuh pada Februari 2026. Fenomena ini bukan hal baru, namun tetap menarik untuk dibedah karena akar masalahnya bukan lagi soa…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Sunday, 08 February 2026 📖 1 menit
Awal Puasa 2026 Berpotensi Beda: Antara Hilal Lokal dan Global, Pilih yang Mana?
Awal Puasa 2026 Berpotensi Beda: Antara Hilal Lokal dan Global, Pilih yang Mana?pixabay
) -->

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Masyarakat Indonesia kembali dihadapkan pada potensi perbedaan awal Ramadan 1447 Hijriah yang jatuh pada Februari 2026.

Fenomena ini bukan hal baru, namun tetap menarik untuk dibedah karena akar masalahnya bukan lagi soal kecanggihan alat teropong, melainkan perbedaan "mazhab" geografis dalam memandang posisi bulan.

Menurut Prof. Thomas Djamaluddin dari BRIN, perbedaan tahun ini dipicu oleh dua standar besar: kriteria lokal dan global.

Pemerintah Indonesia beserta mayoritas ormas seperti NU menggunakan standar MABIMS (wilayah lokal). Pada petang 17 Februari 2026, posisi hilal di Indonesia masih berada di bawah ufuk (minus), sehingga secara logika astronomi lokal, bulan belum tampak.

Sebaliknya, pendekatan Hilal Global yang diadopsi Muhammadiyah melihat posisi bulan secara mendunia. Meski di Indonesia belum terlihat, hilal diprediksi sudah memenuhi syarat di wilayah lain seperti Alaska.

Inilah yang menyebabkan Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadan pada 18 Februari 2026, sementara pendekatan lokal cenderung mengarah pada 19 Februari 2026.

Kementerian Agama RI tetap akan menggelar Sidang Isbat pada 17 Februari untuk mengumpulkan hasil pemantauan dari ratusan titik di Indonesia.

Berdasarkan data BMKG, posisi hilal di tanah air baru akan memenuhi kriteria visibilitas (tinggi minimal 3 derajat) pada tanggal 18 Februari sore. Jika ini terjadi, maka pemerintah kemungkinan besar akan menetapkan awal puasa pada Kamis, 19 Februari 2026.

Meski ada potensi selisih satu hari, esensi Ramadan tetaplah sama. Perbedaan ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk saling menghargai pilihan metode, baik yang berbasis hisab hakiki global maupun rukyatul hilal lokal yang dikoordinasikan oleh pemerintah. [dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK