Awas! Game Online Kini Jadi Alat Baru Rekrutmen Terorisme Anak
FAKTANASIONAL.NET - Ancaman terorisme di Indonesia kini telah bertransformasi ke ranah yang lebih tak kasatmata dan menyasar kelompok rentan. Berdasarkan pembahasan dalam Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Densus 88 Antiteror Polri yang digelar pada 18–2…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET - Ancaman terorisme di Indonesia kini telah bertransformasi ke ranah yang lebih tak kasatmata dan menyasar kelompok rentan.
Berdasarkan pembahasan dalam Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Densus 88 Antiteror Polri yang digelar pada 18–20 Mei 2026, media sosial dan game online kini dimanfaatkan sebagai medium baru penyebaran paham radikal, dikutip dari RMOL.
Juru Bicara Densus 88 AT Polri, Kombes Pol Mayndra Eka Wardhana, menuturkan bahwa ekstremisme tak lagi murni berbasis ideologi konvensional.
Menurut laporan resmi yang dirilis Selasa (19/5/2026), ancaman ini telah bermutasi menjadi non-coherent extremism dan nihilistic violent extremism.
Platform digital dan permainan daring secara mengejutkan digunakan oleh kelompok tak bertanggung jawab untuk melakukan proses rekrutmen, grooming, hingga menormalisasi tindakan kekerasan di kalangan anak-anak dan remaja yang sedang mencari jati diri.
Skala ancaman ini bukanlah sekadar isapan jempol. Data tahun 2026 mengungkap fakta memprihatinkan bahwa 132 anak di berbagai provinsi telah terpapar radikalisme.
Bahkan, 115 anak lainnya dilaporkan terjangkit paham kekerasan yang memaksa Densus 88, bersama pemerintah daerah, turun tangan melakukan intervensi.
Salah satu temuan mengejutkan adalah keterlibatan remaja dalam komunitas digital bernama True Crime Community (TCC), yang memicu eskalasi menuju aksi brutal.
Untuk mengatasi hal ini, Rakernis yang dihadiri 670 peserta tersebut merumuskan strategi kolaboratif presisi. Fokus utamanya adalah penguatan literasi digital dan deteksi dini dari rumah hingga sekolah.
Di tengah tantangan yang makin multidimensional ini, Polri tetap patut diapresiasi karena berhasil mempertahankan rekor zero terrorist attack selama hampir tiga tahun berturut-turut, sebuah capaian yang krusial bagi stabilitas dan iklim investasi nasional.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.