Fakta Nasional

Awas Modus Penipuan QRIS Palsu, Bank Indonesia Beri Peringatan

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Metode pembayaran non-tunai QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) kini menjadi salah satu pilihan favorit masyarakat Indonesia karena kepraktisannya. Namun, di balik kemudahan itu, QRIS juga menjadi sasaran baru…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Tuesday, 04 November 2025 📖 1 menit
Awas Modus Penipuan QRIS Palsu, Bank Indonesia Beri Peringatan
Awas Modus Penipuan QRIS Palsu, Bank Indonesia Beri Peringatan/(ig)
) -->

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Metode pembayaran non-tunai QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) kini menjadi salah satu pilihan favorit masyarakat Indonesia karena kepraktisannya. Namun, di balik kemudahan itu, QRIS juga menjadi sasaran baru kejahatan digital, terutama modus phishing melalui QRIS palsu.

Pelaku kejahatan meniru kode QR asli milik pedagang (merchant). Saat korban memindai kode palsu tersebut, dana di rekening mereka dapat terkuras tanpa disadari. Bank Indonesia (BI) pun kembali mengingatkan masyarakat agar lebih waspada.

Modus Operandi dan Peran Pedagang

Deputi Gubernur BI, Filianingsih Hendarta, menegaskan bahwa keamanan QRIS adalah tanggung jawab bersama, meliputi BI, Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), dan Penyedia Jasa Pembayaran (PJP).

"Keamanan QRIS merupakan tanggung jawab bersama," jelas Filianingsih, Senin (3/11/2025). Pedagang memiliki peran krusial dalam pencegahan. Mereka diimbau untuk selalu menjaga agar kode QRIS berada di bawah pengawasan, mengawasi setiap proses transaksi, dan selalu memastikan status pembayaran berhasil melalui notifikasi yang masuk.

Tips Aman Transaksi bagi Konsumen

Tanggung jawab tidak hanya berada di tangan pedagang. Konsumen atau pembeli juga wajib meningkatkan kehati-hatian sebelum memindai kode QRIS. Filianingsih menegaskan pentingnya memeriksa identitas merchant yang muncul pada aplikasi pembayaran.

"Pastikan nama merchant sesuai. Jangan sampai QRIS-nya tertulis atas nama yayasan, tapi tokonya adalah bengkel atau toko onderdil," ujarnya mencontohkan ketidaksesuaian yang harus diwaspadai. BI dan ASPI berkomitmen terus memperkuat pengawasan untuk meningkatkan perlindungan konsumen dari modus penipuan semacam ini.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK