Badai PHK Mengancam? Menkeu Purbaya Sebut Ekonomi RI Justru Tumbuh Pesat
FAKTANASIONAL.NET - Isu pemutusan hubungan kerja (PHK) yang belakangan menghantui sejumlah sektor manufaktur tanah air akhirnya mendapat tanggapan serius. Berdasarkan rangkuman pemberitaan terkini, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta agar…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET - Isu pemutusan hubungan kerja (PHK) yang belakangan menghantui sejumlah sektor manufaktur tanah air akhirnya mendapat tanggapan serius.
Berdasarkan rangkuman pemberitaan terkini, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta agar publik memandang fenomena ini dari kacamata yang lebih proporsional.
Pada Rabu (6/5/2026) di Jakarta, ia menekankan bahwa fundamental perekonomian nasional sejatinya masih melaju di jalur positif.
Menurut Purbaya, potret ekonomi tidak bisa hanya diukur dari satu perusahaan yang tumbang. Pemerintah lebih menyoroti dampak bersih (net impact) dari dinamika bisnis tersebut.
"Kalau ada lima yang jatuh, apakah ada yang bangkit? Kita harus melihat jumlah perusahaan baru yang muncul agar penilaiannya lebih seimbang," ungkapnya, mengutip pernyataan dari laporan awak media.
Fakta di lapangan menunjukkan ekonomi Indonesia sukses mencatatkan angka pertumbuhan sebesar 5,61 persen pada kuartal pertama tahun 2026.
Laju impresif ini diyakini mampu melahirkan banyak lapangan pekerjaan baru. Oleh karena itu, pelemahan agregat pada satu entitas akan dievaluasi secara spesifik berdasarkan kasusnya.
Demi merawat stabilitas ini, otoritas fiskal memastikan aliran stimulus dan likuiditas tetap aman. Salah satu yang paling disorot adalah industri tekstil yang kerap dicap sebagai sunset industry sehingga kesulitan meraih akses perbankan.
Sebagai solusi, pemerintah menggandeng Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) untuk menyuntikkan dukungan finansial kompetitif ke sektor tekstil dan furnitur.
Tak berhenti di situ, daya gedor ekonomi juga akan dipacu lewat insentif kendaraan listrik yang dijadwalkan meluncur pada Juni 2026. Program ambisius ini menargetkan kuota 200.000 unit, yang terbagi menjadi 100.000 motor listrik dan 100.000 mobil listrik. Serangkaian manuver ini diharapkan mampu mendongkrak iklim usaha agar semakin solid ke depannya.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.