Fakta Nasional

Bahaya Malware AI, Mampu Beradaptasi untuk Kelabui Antivirus

LIFESTYLE, FAKTANASIONAL.NET - Google membawa kabar mengkhawatirkan dari dunia keamanan siber. Pelaku kejahatan kini telah memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk menciptakan malware generasi baru yang jauh lebih canggih dan berbahaya. Ancaman ini…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Saturday, 08 November 2025 📖 1 menit
Bahaya Malware AI, Mampu Beradaptasi untuk Kelabui Antivirus
3 Smartphone Terbaik 2025 yang Menjadi Inovasi Terkini di Dunia Teknologi/(ilustrasi/@pixabay)
) -->

LIFESTYLE, FAKTANASIONAL.NET - Google membawa kabar mengkhawatirkan dari dunia keamanan siber. Pelaku kejahatan kini telah memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk menciptakan malware generasi baru yang jauh lebih canggih dan berbahaya. Ancaman ini ditemukan oleh Kelompok Intelijen Ancaman Google (GTIG) dan dapat menyerang berbagai perangkat, termasuk ponsel Android.

Inti dari ancaman ini adalah kemampuan malware untuk berubah secara dinamis saat dijalankan, sebuah teknik yang membuatnya sangat sulit dideteksi oleh perangkat lunak antivirus konvensional.

Menggunakan Gemini untuk Berubah

Google mencontohkan malware eksperimental bernama PromptFlux, yang ketahuan menggunakan model bahasa besar (LLM) Google Gemini. Malware ini dirancang untuk secara berkala meminta kode baru dari Gemini. Tujuannya adalah untuk terus memodifikasi dirinya sendiri agar lolos dari pemindaian keamanan. Google menegaskan telah mengambil langkah untuk menonaktifkan akses malware ini ke API Gemini guna menghentikan penyebarannya.

Dijual Bebas di Forum Gelap

Ancaman ini semakin nyata karena alat kejahatan siber berbasis AI kini banyak dipasarkan di forum bawah tanah. Hal ini memungkinkan penjahat dengan keahlian teknis rendah untuk melancarkan serangan kompleks, seperti phishing atau pencurian data. Google menemukan malware lain seperti FruitShell (pengambil alih perangkat) dan PromptLock (ransomware). Perusahaan mengimbau pengguna untuk lebih waspada dan memperkuat keamanan perangkat.[dit]

 


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK