Fakta Nasional

Bamsoet Puji Terobosan Radiogenomics Rhemedi Medical, Ubah Wajah Kesehatan RI!

FAKTANASIONAL.NET - Transformasi layanan medis di Indonesia mulai menunjukkan geliat positif. Merujuk pada siaran pers di Jakarta pada Rabu (13/5/2026), Anggota DPR RI yang juga menjabat sebagai Ketua MPR RI ke-15, Bambang Soesatyo (Bamsoet), member…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Wednesday, 13 May 2026 📖 1 menit
Bamsoet Puji Terobosan Radiogenomics Rhemedi Medical, Ubah Wajah Kesehatan RI!
Bamsoet Puji Terobosan Radiogenomics Rhemedi Medical, Ubah Wajah Kesehatan RI!/(Foto:Instagram/@bambang.soesatyo)

FAKTANASIONAL.NET - Transformasi layanan medis di Indonesia mulai menunjukkan geliat positif. Merujuk pada siaran pers di Jakarta pada Rabu (13/5/2026), Anggota DPR RI yang juga menjabat sebagai Ketua MPR RI ke-15, Bambang Soesatyo (Bamsoet), memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif radiogenomics.

Deklarasi yang dicetuskan oleh Rhemedi Medical Services ini dinilai sebagai lompatan krusial menuju sistem kesehatan nasional yang mengutamakan prediksi dan pencegahan berbasis data komprehensif.

Langkah ini dinilai sangat mendesak. Pasalnya, data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengindikasikan bahwa lebih dari 70% fatalitas akibat penyakit tidak menular mampu ditekan lewat deteksi dini.

Ironisnya, Kementerian Kesehatan mencatat tingkat skrining kanker payudara via SADANIS dan mammografi di Tanah Air masih berada di bawah angka 30% pada tahun 2025.

Menurut Bamsoet, inovasi radiogenomics yang dipimpin oleh dr. Rheza Maulana Syahputra ini merupakan bentuk nyata dari penerapan medical intelligence. Teknologi canggih ini memadukan pencitraan radiologi medis dengan profil DNA, memungkinkan dokter mendeteksi risiko kanker sejak dini bahkan sebelum gejala fisik muncul ke permukaan.

Melalui analisis pola mammografi dan mutasi genetik, penanganan medis bisa dieksekusi lebih akurat dan tepat sasaran.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini juga menyoroti bahwa penguatan data klinis sejalan dengan agenda digitalisasi kesehatan pemerintah, yang berpotensi memangkas beban biaya Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Agar manfaatnya merata, Bamsoet mendorong inisiatif ini bertransformasi menjadi gerakan nasional yang mampu menjangkau pelosok daerah.

Praktik nyata dari inovasi ini telah dibuktikan melalui layanan kesehatan di kawasan MPR RI pada 11 Mei 2026, bertepatan dengan momen Hari Kartini. Tercatat 200 peserta antusias mengikuti pemeriksaan, yang meliputi 130 skrining payudara dan 70 USG abdomen.

Antusiasme ini membuktikan bahwa masyarakat sangat merindukan akses deteksi dini berteknologi tinggi demi melawan bayang-bayang lebih dari 65 ribu kasus baru kanker payudara setiap tahunnya.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK