Fakta Nasional

Bandara Soetta Ditutup akibat Abu Vulkanik, Kerugian Capai Rp 40 Miliar

FAKTANASIONAL.NET - Penutupan sementara Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) akibat sebaran abu vulkanik dari letusan Gunung Anak Krakatau menimbulkan kerugian yang diperkirakan mencapai Rp 40 miliar. Penghentian seluruh operasional bandara…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Saturday, 03 October 2026 📖 2 menit
Bandara Soetta Ditutup akibat Abu Vulkanik, Kerugian Capai Rp 40 Miliar
Bandara Soetta Ditutup akibat Abu Vulkanik, Kerugian Capai Rp 40 Miliar/Instagram

FAKTANASIONAL.NET - Penutupan sementara Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) akibat sebaran abu vulkanik dari letusan Gunung Anak Krakatau menimbulkan kerugian yang diperkirakan mencapai Rp 40 miliar.

Penghentian seluruh operasional bandara tersebut berlangsung selama dua hari dan berdampak pada ratusan ribu penumpang.

Direktur Operasi PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports, Agus Haryadi, mengungkapkan perkiraan kerugian tersebut dalam diskusi di Mercure Bandung, City Centre, Jawa Barat, Jumat (2/10/2026).

"Kalau ngomong rugi, banyak ruginya. Rp 40 miliar ada kali dalam dua hari itu. Nah, tapi tentu kami tidak memikirkan itu," kata Agus, dikutip dari detikFinance.

Agus menjelaskan, keputusan menutup Bandara Soekarno-Hatta bukan pilihan yang diambil tanpa pertimbangan. Langkah tersebut diperlukan untuk melindungi keselamatan penerbangan setelah hasil pemeriksaan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan sebaran abu vulkanik cukup tebal.

Menurutnya, keselamatan penumpang dan seluruh pihak yang terlibat dalam operasional penerbangan menjadi prioritas utama dibandingkan kerugian finansial akibat penghentian layanan.

"Bapak dan Ibu, tentu penutupan ini bukan opsi. Memang harus dilakukan. Tentu alasan pertamanya adalah alasan keselamatan, karena ini nyawa orang yang kita handle," sebut Agus.

Bandara Soekarno-Hatta ditutup secara total pada 6 September 2026. Kejadian ini menjadi catatan tersendiri karena bandara yang berlokasi di Cengkareng tersebut disebut belum pernah mengalami penghentian seluruh operasional sejak 1992.

Agus menyebut penutupan total tersebut sebagai peristiwa yang belum pernah dialaminya selama bekerja di Bandara Soekarno-Hatta sejak 1992.

"Sepanjang yang saya tahu, saya bekerja di Soekarno-Hatta dari tahun 1992, artinya sudah 35 tahun, ini belum pernah mengalami penutupan bandara secara total," kata Agus.

Bahkan, ketika pandemi COVID-19 berlangsung, bandara tersebut tetap beroperasi meskipun menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

"COVID-19 pun tidak tutup. COVID itu tidak tutup, status bandara itu open. Kalau ini kemarin itu benar-benar close," sambung Agus.

Penutupan Soetta diperkirakan berdampak pada sekitar 130.000 penumpang. Jika digabungkan dengan dampak penutupan sejumlah bandara lain, termasuk Bandara Halim Perdanakusuma, Bandara Tanjung Karang, dan Bandara Husein Sastranegara Bandung, jumlah penumpang terdampak diperkirakan melampaui 200.000 orang.

"Penumpangnya mungkin yang terdampak ini sudah lebih dari 200 ribu," kata Agus.

Peristiwa ini menunjukkan besarnya dampak gangguan operasional bandara terhadap mobilitas masyarakat. Meski menimbulkan kerugian ekonomi, Agus menegaskan bahwa keselamatan penerbangan tetap menjadi pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan tersebut.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK