Bank Indonesia Dorong Ekonomi Syariah
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Bank Indonesia (BI) perwakilan Bangka Belitung meningkatkan akselerasi transformasi ekonomi berbasis nilai-nilai syariah untuk meningkatkan kesejahteraan umat. Kepala Perwakilan BI, Rommy S Tamawiwy, menyatakan bahwa sin…
Dengarkan Ringkasan
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Bank Indonesia (BI) perwakilan Bangka Belitung meningkatkan akselerasi transformasi ekonomi berbasis nilai-nilai syariah untuk meningkatkan kesejahteraan umat.
Kepala Perwakilan BI, Rommy S Tamawiwy, menyatakan bahwa sinergi inovasi dalam ekonomi dan keuangan syariah menjadi pilar utama untuk mewujudkan pertumbuhan inklusif dan berkelanjutan di wilayah provinsi kepulauan ini.
Fokusnya meliputi pengembangan ekosistem produk halal, penguatan kelembagaan, serta peningkatan infrastruktur pendukung yang menjamin kehalalan seluruh rantai nilai.
BI Babel menyoroti sektor makanan dan minuman halal sebagai unggulan, didukung pertanian, peternakan, busana muslim, dan pariwisata ramah muslim.
Pendekatan hulu ke hilir memastikan produsen lokal mendapat sertifikasi halal, pelatihan standar produksi, hingga akses pemasaran digital.
Langkah ini memberi ruang bagi UMKM untuk naik kelas, memperluas pasar domestik maupun ekspor, sambil memastikan konsumen mendapatkan jaminan kualitas dan kehalalan.
Penguatan ekonomi syariah juga dijalankan melalui penyempurnaan regulasi, termasuk simplifikasi perizinan produk keuangan syariah.
BI mendorong inovasi seperti crowdfunding berbasis wakaf, pembiayaan mikro halal, dan sukuk lokal untuk meningkatkan volume transaksi.
Dengan dukungan teknologi finansial, akses pembiayaan bagi pelaku usaha syariah menjadi lebih luas, mendorong pertumbuhan UMKM dan penyerapan tenaga kerja.
Melalui sinergi lintas sektor, BI Bangka Belitung berkomitmen menciptakan ekosistem ekonomi syariah yang kokoh, sehingga semakin banyak masyarakat merasakan manfaat langsung berupa peningkatan pendapatan, lapangan kerja, dan kualitas hidup.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.