Fakta Nasional

Banyak Kejanggalan, Komisi VIII Soroti Laporan Keuangan BPKH

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Anggota Komisi VIII DPR RI, Wisnu Wijaya, mengungkapkan sejumlah kejanggalan dalam laporan keuangan yang dipresentasikan oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Hal ini disampaikan Wisnu dalam Rapat Dengar Pendapat (R…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Zul Jamba Editor: Redaksi 📍 Nasional Wednesday, 25 September 2024 📖 1 menit
Banyak Kejanggalan, Komisi VIII Soroti Laporan Keuangan BPKH
Anggota Komisi VIII DPR RI, Wisnu Wijaya/Foto: Fraksi PKS.

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Anggota Komisi VIII DPR RI, Wisnu Wijaya, mengungkapkan sejumlah kejanggalan dalam laporan keuangan yang dipresentasikan oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Hal ini disampaikan Wisnu dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VIII dengan Kepala Badan Pelaksana BPKH dan Ketua Dewan Pengawas BPKH di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (24/09).

“Saya ingin kejelasan, kenapa ini? Terjadi pemborosan yang sangat luar biasa di BPKH, setengah triliun anggarannya. Ini bukan uang nenek moyang Anda di sini,” tegas Wisnu.

Anggota DPR dari Dapil Jawa Tengah I ini menyoroti peningkatan biaya pemasaran yang cukup signifikan, dari Rp 76,25 miliar menjadi Rp 93,03 miliar.

“Ayo mari kita kritisi bersama ini. Ada biaya marketing yang meningkat menjadi Rp 93,03 miliar. Dan investasi langsung itu ternyata banyak sekali hambatan di BPKH ini. Jelas-jelas dia profit. Tapi malah tidak dikucurkan dana yang cukup,” ujar Wisnu.

Lebih lanjut, Wisnu meminta transparansi dalam pengeluaran uang jemaah haji oleh BPKH, terutama terkait pengembalian dana untuk keperluan pribadi.

“Kita terbuka saja. Kita ingin BPKH ini menjadi jauh lebih baik ke depannya. Kenapa ada pengeluaran-pengeluaran pribadi yang kemudian di reimbursement?” tanya Wisnu, yang juga merupakan Anggota Pansus Haji 2024.

“Ini kalian mau memakai dana umat loh. Mereka para pekerja keras, petani, nelayan, nabung, sedikit demi sedikit,” pungkasnya.[dnl]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK