Bea Cukai Targetkan Rp336 Triliun: Perketat Pengawasan dengan AI
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) menetapkan strategi agresif di tahun 2026 untuk mengamankan pendapatan negara sebesar Rp336 triliun. Fokus utama tahun ini adalah pengawasan ketat terhadap komoditas ekspor strate…
Dengarkan Ringkasan
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) menetapkan strategi agresif di tahun 2026 untuk mengamankan pendapatan negara sebesar Rp336 triliun.
Fokus utama tahun ini adalah pengawasan ketat terhadap komoditas ekspor strategis seperti emas dan batu bara.
Otoritas kepabeanan kini beralih menggunakan teknologi canggih guna memastikan tidak ada kebocoran penerimaan dari sektor perdagangan internasional.
Untuk meminimalisir kecurangan seperti salah deklarasi (misdeclaration) atau penurunan nilai barang (undervaluation), Bea Cukai menerapkan sistem Smart Customs.
Teknologi AI ini digunakan untuk melakukan profiling risiko secara presisi terhadap setiap dokumen perdagangan. Dengan bantuan AI, penelitian terhadap perjanjian dagang bebas kini bisa dilakukan lebih cepat dan akurat.
Selain teknologi digital, pemerintah juga memodernisasi laboratorium BLBC guna memastikan kadar barang tambang yang diekspor sesuai dengan aturan.
Di sisi lain, operasi pasar terpadu untuk memberantas rokok ilegal tetap menjadi agenda rutin. Langkah-langkah ini diambil untuk meningkatkan kepatuhan pelaku usaha tanpa harus menaikkan tarif pajak secara membebani.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.