Fakta Nasional

Bentuk Tim Penyidik Khusus, Kejagung Usut Kasus Febrie Adriansyah

FAKTANASIONAL.NET - Kejaksaan Agung (Kejagung) berkomitmen penuh mengusut tuntas perkara yang melibatkan mantan Jampidsus, Febrie Adriansyah. Sebagai langkah menjamin independensi, Korps Adhyaksa memutuskan membentuk tim penyidik khusus yang akan me…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Wednesday, 15 July 2026 📖 1 menit
Bentuk Tim Penyidik Khusus, Kejagung Usut Kasus Febrie Adriansyah
Analis intelijen menyebut langkah berani Febrie mengusut kasus mega korupsi timah telah memicu serangan balik berupa upaya "amputasi" karier guna menjegalnya melaju ke kursi Jaksa Agung./Dok. Ist

FAKTANASIONAL.NET - Kejaksaan Agung (Kejagung) berkomitmen penuh mengusut tuntas perkara yang melibatkan mantan Jampidsus, Febrie Adriansyah.

Sebagai langkah menjamin independensi, Korps Adhyaksa memutuskan membentuk tim penyidik khusus yang akan membedah berkas perkara serta barang bukti dari pihak kepolisian.

Kapuspenkum Kejagung, Anang Supriatna, dalam keterangannya pada Senin (13/7/2026), menegaskan bahwa tim ini dipilih secara selektif oleh Plt Jampidsus Rudi Margono.

Kriteria utama pemilihan anggota tim adalah mereka yang dipastikan tidak memiliki benturan kepentingan (conflict of interest) dengan Febrie Adriansyah.

Langkah ini krusial mengingat posisi strategis yang pernah diemban Febrie di bidang Pidana Khusus Kejagung.

Selain koordinasi dengan Polri, Kejagung memastikan akan melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk supervisi dan membuka ruang pengawasan bagi DPR RI.

Anang menekankan bahwa selama proses penyidikan berjalan, pihaknya tetap memegang teguh asas praduga tak bersalah.

Meskipun menghadapi potensi perlawanan hukum seperti praperadilan, Kejagung menyatakan kesiapannya untuk menghadapi seluruh proses hukum demi tegaknya profesionalisme di internal institusi.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK