Fakta Nasional

Berpotensi Devisa Hingga Rp2.400 Triliun per Tahun, Pemerintah Dorong Hilirisasi Kelapa

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET – Pemerintah Indonesia memperkuat agenda hilirisasi sektor pertanian dengan menempatkan komoditas kelapa sebagai fokus utama. Langkah ini menjadi strategi konkret untuk meningkatkan nilai tambah produk pertanian dan memper…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Editor Editor: Redaksi 📍 Nasional Friday, 10 October 2025 📖 2 menit
Berpotensi Devisa Hingga Rp2.400 Triliun per Tahun, Pemerintah Dorong Hilirisasi Kelapa
Menteri Pertanian Amran Sulaiman/net
) -->

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET – Pemerintah Indonesia memperkuat agenda hilirisasi sektor pertanian dengan menempatkan komoditas kelapa sebagai fokus utama. Langkah ini menjadi strategi konkret untuk meningkatkan nilai tambah produk pertanian dan memperbesar devisa negara.

Program hilirisasi menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan ekonomi nasional melalui industrialisasi produk pertanian. Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menegaskan bahwa hilirisasi merupakan kunci transformasi ekonomi di sektor agrikultur.

“Visinya jelas. Harga produk bisa naik hingga seratus kali lipat. Jika dihitung rata-rata, potensi devisa mencapai Rp2.400 triliun per tahun,” kata Amran di Jakarta, Jumat (10/10/2025).

Amran menilai nilai ekonomi komoditas kelapa belum tergarap optimal. Selama ini, Indonesia lebih banyak mengekspor kelapa dalam bentuk bahan mentah. Melalui hilirisasi, pemerintah mendorong industri dalam negeri mengolah produk turunan seperti minyak kelapa murni, sabun, serat, dan karbon aktif.

Kebijakan ini diharapkan mampu meningkatkan devisa, menciptakan lapangan kerja baru, dan memperkuat industri lokal. Amran juga ingin memperluas akses ekspor bagi produk olahan pertanian Indonesia.

“Hilirisasi bukan hanya tentang nilai ekonomi, tetapi juga soal kemandirian industri pertanian. Kami ingin petani dan pelaku usaha memperoleh manfaat langsung dari peningkatan nilai tambah,” ujarnya.

Selain kelapa, pemerintah menargetkan komoditas gambir untuk program hilirisasi berikutnya. Indonesia memasok sekitar 80 persen kebutuhan gambir dunia, dan Amran melihat peluang besar dari komoditas tersebut.

“Gambir punya potensi luar biasa. Bahan ini bisa diolah menjadi tinta pemilu, campuran sirih, hingga bahan dasar sampo. Kami ingin semua bahan baku ekspor, termasuk CPO, diolah terlebih dahulu di dalam negeri,” tutur Amran.

Pemerintah mengoordinasikan pelaksanaan hilirisasi dengan Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan. Dua kementerian ini menyiapkan infrastruktur, teknologi, dan regulasi agar industri pertanian semakin kompetitif.

Kebijakan tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya industrialisasi pertanian. Melalui hilirisasi, pemerintah berupaya membangun sistem produksi yang berkelanjutan dan berorientasi ekspor.

Dengan potensi nilai tambah hingga Rp2.400 triliun per tahun, hilirisasi kelapa berpotensi menjadi motor penggerak ekonomi nasional. Program ini menunjukkan tekad pemerintah untuk mengubah sektor pertanian dari penyedia bahan mentah menjadi industri bernilai tinggi.

“Kami tidak ingin hasil bumi Indonesia dikirim mentah ke luar negeri. Semua harus diolah di dalam negeri agar nilai tambahnya kembali ke rakyat,” tegas Amran.[zul]

 


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK