Fakta Nasional

BGN Bongkar Modus Penipuan Aktivasi Dapur MBG, Calon Mitra Diminta Waspada

FAKTANASIONAL.NET - Badan Gizi Nasional (BGN) mengingatkan masyarakat mengenai modus penipuan yang menjanjikan percepatan pembukaan atau aktivasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yang dikenal sebagai dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). Pelaku d…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Tuesday, 13 October 2026 📖 2 menit
BGN Bongkar Modus Penipuan Aktivasi Dapur MBG, Calon Mitra Diminta Waspada
Bos BGN Tegaskan MBG Tak Gerus APBN, Sudaryono Singgung Pupuk hingga Perbaikan Ratusan Ribu Sekolah/(CNN)
) -->

FAKTANASIONAL.NET - Badan Gizi Nasional (BGN) mengingatkan masyarakat mengenai modus penipuan yang menjanjikan percepatan pembukaan atau aktivasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yang dikenal sebagai dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). Pelaku diduga mencatut nama BGN untuk meminta sejumlah uang kepada calon mitra.

Modus tersebut dilakukan oleh oknum yang mengaku sebagai pihak BGN. Mereka mendatangi calon mitra dan menawarkan percepatan operasional SPPG. Untuk meyakinkan korban, pelaku berdalih membawa nota dinas verifikasi dan validasi terhadap dapur MBG milik calon mitra.

Juru Bicara BGN, Tysa Novenny, menegaskan bahwa praktik tersebut merupakan modus penipuan. Ia meminta masyarakat memeriksa kebenaran informasi dan identitas pihak yang menghubungi sebelum mengambil keputusan.

"Jangan mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi. Pastikan terlebih dahulu kebenaran identitas pihak yang menghubungi serta informasi yang disampaikan," ujar Tysa dalam keterangan resmi, dilansir pada 13/10.

Tysa mengimbau masyarakat agar berhati-hati terhadap pihak yang mengatasnamakan BGN, terutama jika menawarkan kemudahan proses operasional dengan meminta pembayaran tanpa kejelasan kewenangan.

Menurutnya, kewaspadaan diperlukan untuk mencegah penyalahgunaan nama institusi pemerintah oleh pihak yang ingin memperoleh keuntungan secara tidak bertanggung jawab.

Masyarakat juga diminta memeriksa informasi yang diterima melalui pesan pribadi, media sosial, maupun saluran komunikasi lainnya sebelum menindaklanjutinya.

"Informasi yang disampaikan melalui pesan pribadi, media sosial, maupun saluran komunikasi lainnya perlu diperiksa secara saksama sebelum ditindaklanjuti," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati, menegaskan bahwa pencatutan nama BGN untuk meminta uang dengan iming-iming percepatan pembukaan SPPG perlu diwaspadai dan ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum.

"Pencatutan nama institusi pemerintah untuk memperoleh keuntungan pribadi, terlebih jika disertai permintaan sejumlah uang dengan menggunakan dokumen atau keterangan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, berpotensi menimbulkan konsekuensi hukum. Kami mengimbau masyarakat agar tidak memenuhi permintaan tersebut secara terburu-buru dan segera melakukan verifikasi melalui kanal resmi BGN," ujar Hida.

Hida meminta masyarakat yang menemukan indikasi penipuan agar menyimpan bukti komunikasi, identitas pihak yang menghubungi, serta dokumen yang ditunjukkan. Bukti tersebut dapat mendukung proses pelaporan dan penelusuran lebih lanjut.

Masyarakat juga diimbau tidak langsung menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya.

BGN menyediakan sejumlah saluran untuk menerima laporan terkait dugaan penipuan, yakni call center resmi SAGI 127, SP4N-LAPOR! BGN, PO BOX 45000, dan Lapor Mas Dar!. Masyarakat juga dapat membuat janji temu melalui Pusat Pelayanan Terpadu di Kantor BGN untuk memperoleh informasi dan tindak lanjut.

Melalui langkah tersebut, BGN mengajak masyarakat berperan aktif mencegah praktik penipuan yang mencatut nama institusi pemerintah.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK