BGN Dorong Teknologi Plasma Fine Bubble Karya Profesor IPB untuk Perkuat Keamanan Pangan MBG
FAKTANASIONAL.NET - Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan komitmennya dalam mendukung pengembangan teknologi ramah lingkungan hasil riset akademik guna memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satu dukungan tersebut adalah dib…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET - Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan komitmennya dalam mendukung pengembangan teknologi ramah lingkungan hasil riset akademik guna memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Salah satu dukungan tersebut adalah diberikan terhadap inovasi Teknologi Plasma Fine Bubble yang dikembangkan oleh Profesor IPB University, Y. Aris Purwanto, sebagai solusi peningkatan keamanan pangan dan efisiensi operasional di satuan layanan program.
Pernyataan dukungan ini disampaikan seiring pemaparan serta uji coba awal teknologi tersebut, yang dirancang untuk mendukung pengolahan air, pencucian bahan pangan, serta peralatan makan secara lebih higienis dan berkelanjutan.
Teknologi Plasma Fine Bubble memanfaatkan plasma penghasil ozon yang dikombinasikan dengan gelembung mikro berukuran nano, sehingga mampu bertahan lebih lama di dalam air dan berfungsi efektif sebagai agen oksidasi.
Aris menjelaskan, teknologi ini memiliki kemampuan menonaktifkan mikroorganisme patogen seperti Escherichia coli (E. coli), menekan residu pestisida pada bahan pangan, serta mengurangi ketergantungan terhadap bahan kimia konvensional seperti kaporit dan deterjen.
"Penerapannya mencakup pengolahan air sumur, pencucian sayuran dan buah, pencucian wadah makan, hingga pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) untuk mereduksi bau," katanya dalam keterangan tertulis yang dikutip, Kamis (18/12/2025).
Menurut Aris, pendekatan yang digunakan bukan sekadar proses filtrasi, melainkan oksidasi aktif melalui ozon dan fine bubble berukuran nano yang mampu menembus lapisan bahan pangan dan menguraikan residu berbahaya. Metode ini dinilai relevan dalam mendukung standar keamanan pangan yang dibutuhkan program berskala nasional seperti MBG.BGN menilai teknologi tersebut memiliki prospek besar untuk diterapkan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Selain meningkatkan higienitas dan keamanan pangan, inovasi ini juga sejalan dengan prinsip keberlanjutan karena menekan penggunaan bahan kimia, mengurangi bau limbah, serta lebih ramah lingkungan. Sistemnya yang bersifat customized memungkinkan penyesuaian kapasitas dan spesifikasi sesuai kebutuhan masing-masing SPPG.
Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati, menegaskan bahwa dukungan terhadap inovasi berbasis riset merupakan bagian dari komitmen lembaganya dalam memastikan pelaksanaan Program MBG memenuhi standar mutu yang tinggi dan akuntabel.
Ia menambahkan, kolaborasi dengan perguruan tinggi seperti IPB University menjadi langkah strategis untuk menjembatani hasil riset dengan kebutuhan implementasi kebijakan nasional, khususnya dalam membangun sistem pangan yang aman dan berkelanjutan.
"Saat ini, Teknologi Plasma Fine Bubble telah memasuki tahap finalisasi sebelum dilakukan instalasi dan uji terapan di lingkungan SPPG. BGN berharap inovasi ini dapat menjadi model penerapan riset dalam penguatan standar nasional Program MBG," ungkap Khairul Hidayati.[Zul]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.