Fakta Nasional

BGN Mulai Coret Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG

FAKTANASIONAL.NET - Badan Gizi Nasional (BGN) mulai menata ulang sasaran penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam proses tersebut, ratusan sekolah swasta yang tergolong elite diketahui menyatakan tidak membutuhkan program tersebut. Kepala…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Saturday, 08 August 2026 📖 1 menit
BGN Mulai Coret Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG
Bos BGN Tegaskan MBG Tak Gerus APBN, Sudaryono Singgung Pupuk hingga Perbaikan Ratusan Ribu Sekolah/(CNN)
) -->

FAKTANASIONAL.NET - Badan Gizi Nasional (BGN) mulai menata ulang sasaran penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam proses tersebut, ratusan sekolah swasta yang tergolong elite diketahui menyatakan tidak membutuhkan program tersebut.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan penataan atau refocusing dilakukan agar manfaat MBG benar-benar diterima kelompok yang membutuhkan.

Saat ini, BGN masih menghitung dampak perubahan sasaran, termasuk kemungkinan turunnya jumlah penerima dari target sebelumnya.

"Sedang kita hitung (target penerima manfaat setelah refocusing), nanti kami umumkan berikutnya. Yang jelas betul yang disampaikan bahwa kita sedang sisir misalnya sekolah-sekolah swasta, khususnya yang elite, itu kan tidak perlu MBG," kata Sudaryono dalam konferensi pers di BGN, Jakarta Pusat, Jumat (7/8), dikutip dari CNN Indonesia.

Sudaryono menjelaskan, BGN telah berdiskusi dengan kepala sekolah, komite sekolah, serta orang tua murid. Dari komunikasi tersebut, terdapat ratusan sekolah swasta yang menyampaikan tidak memerlukan MBG.

"Kami komunikasikan dengan kepala sekolah, dengan orang tua, dengan komite sekolah. Ada beberapa sekolah, ada sekian ratus yang sudah menyatakan tidak perlu. Rata-rata sekolah swasta yang memang, mohon maaf, mungkin biayanya juga cukup tinggi dan tidak memerlukan adanya MBG di sekolahnya," ujarnya.

Pemerintah memastikan MBG tidak akan dipaksakan kepada sekolah yang menyatakan tidak membutuhkan. "Intinya adalah ini demokratisasi gizi. Semua yang berhak menerima kita berikan, kecuali yang tidak mau," kata Sudaryono.

Ia belum mengungkap jumlah final sekolah maupun penerima yang terdampak karena pendataan masih dinamis.

"Data pastinya sudah ada, tetapi dinamis. Mungkin enggak bisa saya sampaikan di sini. Nanti kalau sudah final paling tidak kami bisa sampaikan. Mungkin Anda boleh tanya lagi pertanyaan yang sama ini setelah 17 Agustus (pidato nota keuangan RAPBN)," ujar Sudaryono.

Sebelumnya, Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari menyebut sekitar 8 juta penerima berpotensi dicoret melalui refocusing, termasuk siswa SMA dari keluarga mampu.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK