BGN Perkuat Barisan Humas di Lapangan, 1.400 Pelaksana Program Makan Gratis DKI Ikuti Workshop Komunikasi
FAKTANASIONAL.NET – Badan Gizi Nasional (BGN) bergerak cepat memperkuat lini komunikasi publik menjelang perluasan implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Melalui Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat, BGN menggelar workshop khusus bagi 1.400…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET – Badan Gizi Nasional (BGN) bergerak cepat memperkuat lini komunikasi publik menjelang perluasan implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Melalui Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat, BGN menggelar workshop khusus bagi 1.400 pelaksana Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-DKI Jakarta, Sabtu (7/3/2026).
Langkah ini diambil untuk memastikan para personel di garda terdepan memiliki kompetensi dalam mengelola informasi, melakukan publikasi mandiri, hingga merespons isu-isu krusial yang mungkin berkembang di tengah masyarakat selama pelaksanaan program.
Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat BGN, Khairul Hidayati, menekankan bahwa transparansi dan akurasi informasi adalah kunci utama agar program strategis nasional ini mendapat dukungan penuh dari publik.
Baca Juga: Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis: BGN Wajibkan Penggunaan Vakum dan Transparansi Anggaran
“SPPG tidak hanya berperan sebagai pelaksana program di lapangan, tetapi juga sebagai representasi Badan Gizi Nasional dalam membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat. Karena itu, penguatan kapasitas komunikasi menjadi hal yang penting,” ujar Hida di Jakarta.
Membekali "Wajah" Program di Tingkat Lokal
Dalam workshop tersebut, ribuan peserta yang terdiri dari jajaran kepala regional, koordinator wilayah, hingga pengawas gizi dan keuangan dibekali materi praktis.
Fokus utamanya mencakup strategi komunikasi publik, teknik penulisan rilis media, hingga optimalisasi media sosial sebagai kanal informasi yang efektif dan edukatif.
Hida menjelaskan bahwa kemampuan berkomunikasi secara tepat dan bertanggung jawab akan membantu masyarakat memahami program MBG secara utuh, sehingga meminimalisir adanya disinformasi.
“Melalui workshop ini, kami berharap seluruh pelaksana program memiliki pemahaman yang lebih komprehensif dalam mengelola komunikasi publik, sehingga setiap perkembangan program dapat disampaikan secara jelas dan meningkatkan kepercayaan masyarakat,” tambahnya.
Fokus pada Akuntabilitas Informasi
Selain kemampuan teknis publikasi, kegiatan ini juga menekankan pentingnya aspek akuntabilitas. Para pelaksana diharapkan mampu menyampaikan data perkembangan program secara transparan kepada publik di wilayah kerja masing-masing.
Dengan melibatkan sekitar 1.400 peserta di wilayah DKI Jakarta, BGN optimis pola komunikasi yang seragam dan profesional akan terbangun dari tingkat pusat hingga ke unit pelayanan terkecil di lapangan.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.