Fakta Nasional

BGN Siapkan Skema Baru Insentif SPPG, Besaran Rp6 Juta per Hari Akan Dievaluasi

FAKTANASIONAL.NET – Badan Gizi Nasional (BGN) berencana mengubah mekanisme pemberian insentif bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Perubahan itu dilakukan agar besaran insentif lebih mence…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Wednesday, 22 July 2026 📖 1 menit
BGN Siapkan Skema Baru Insentif SPPG, Besaran Rp6 Juta per Hari Akan Dievaluasi
Badan Gizi Nasional (BGN) sedang menyiapkan aplikasi pemantauan digital berbasis NIK untuk memudahkan orang tua murid dan pihak sekolah mengecek menu, informasi nutrisi, hingga lokasi dapur SPPG pengolah makanan./net
) -->

FAKTANASIONAL.NET – Badan Gizi Nasional (BGN) berencana mengubah mekanisme pemberian insentif bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Perubahan itu dilakukan agar besaran insentif lebih mencerminkan beban kerja dan jumlah penerima manfaat yang dilayani masing-masing SPPG.

Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari mengatakan skema insentif sebesar Rp6 juta per hari akan dievaluasi karena dinilai belum sepenuhnya mencerminkan kondisi di lapangan.

Menurutnya, terdapat perbedaan cakupan layanan antarsatuan yang seharusnya menjadi dasar dalam penentuan besaran insentif.

"Enggak juga dong yang 300 meter atau 400 meter, ada bahkan yang 500 meter yang lebih bagus kok disamaratakan Rp6 juta? Kan nggak fair. Nah, itu skema-skema itu yang akan kami lakukan perbaikan," kata Agustina di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta 21 Juli 2026, dikutip redaksi dari CNN Indonesia.

Agustina menjelaskan BGN tengah menyusun formula baru yang mempertimbangkan jumlah penerima manfaat di setiap SPPG.

Dengan begitu, satuan yang melayani lebih banyak penerima manfaat dapat memperoleh insentif yang lebih proporsional dibandingkan dengan SPPG yang memiliki cakupan layanan lebih kecil.

"Kami nanti akan membuat skema yang insentif yang lebih adil. Kan nggak juga dong SPPG yang cuma melayani 500 penerima manfaat insentifnya sama," ujarnya.

Selain menata ulang sistem insentif, BGN juga memastikan akan melakukan efisiensi anggaran dalam pelaksanaan Program MBG. Langkah tersebut merupakan bagian dari penyempurnaan tata kelola agar penggunaan anggaran menjadi lebih efektif dan tepat sasaran.

Meski belum mengungkap besaran efisiensi yang akan diterapkan, Agustina menyatakan proses penyesuaian anggaran masih berlangsung.

"Bahwa dengan perbaikan tata kelola, misal tadi insentif, kita akan mencari skema yang paling fair. Lalu refocusing kan otomatis, nanti efisiensinya pasti akan otomatis mengikuti," katanya.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK