Fakta Nasional

BI Kurangi Penerbitan SRBI, Siapkan Instrumen Baru Perkuat Transmisi Moneter

FAKTANASIONAL.NET — Bank Indonesia (BI) memperlonggar kebijakan likuiditas di pasar keuangan dengan mengurangi penerbitan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi ekspansi moneter untuk menjaga kestabilan si…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Editor Editor: Redaksi 📍 Nasional Saturday, 25 October 2025 📖 1 menit
BI Kurangi Penerbitan SRBI, Siapkan Instrumen Baru Perkuat Transmisi Moneter
Bank Indonesia/scsht net
) -->

FAKTANASIONAL.NET — Bank Indonesia (BI) memperlonggar kebijakan likuiditas di pasar keuangan dengan mengurangi penerbitan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi ekspansi moneter untuk menjaga kestabilan sistem keuangan sekaligus memperkuat transmisi suku bunga acuan (BI-Rate) ke sektor riil.

Berdasarkan data bank sentral, posisi outstanding SRBI menurun signifikan dari Rp916,97 triliun pada awal 2025 menjadi Rp707,05 triliun per 21 Oktober 2025. Meski turun cukup tajam, BI menegaskan bahwa SRBI tetap akan menjadi salah satu instrumen utama dalam operasi moneter.

“SRBI sebagai instrumen moneter akan tetap ada,” kata Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI, Juli Budi Winantya, dalam pelatihan wartawan Bank Indonesia di Bukittinggi, Jumat (25/10/2025).

Instrumen Moneter Tetap Diperkuat

Juli menjelaskan, SRBI berfungsi sebagai instrumen kontraksi maupun ekspansi likuiditas, tergantung arah kebijakan moneter yang ditempuh BI. Instrumen ini menjadi sarana penting untuk memastikan transmisi kebijakan suku bunga berjalan efektif hingga ke sektor riil dan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

“Perubahan jumlah penerbitan SRBI lebih mencerminkan dinamika kebutuhan likuiditas di pasar uang,” ujarnya.

Diversifikasi Instrumen Moneter

Dalam upaya memperdalam pasar keuangan domestik, BI juga tengah menyiapkan instrumen baru guna memperluas bauran kebijakan moneter. Bank sentral akan memperkenalkan BI-FRN (Floating Rate Note) serta mengembangkan Overnight Index Swap (OIS) untuk tenor di atas overnight.

“Instrumen ini akan ditambah dengan BI-FRN untuk memperkaya instrumen sekaligus memperdalam pasar keuangan,” ungkap Juli.

Langkah diversifikasi tersebut diharapkan dapat membentuk struktur suku bunga yang lebih mencerminkan transaksi riil di pasar uang, serta memperkuat efektivitas kebijakan moneter BI dalam menjaga inflasi dan stabilitas sistem keuangan nasional.

Pengurangan SRBI terjadi di tengah siklus pelonggaran moneter yang dilakukan BI sepanjang 2025, menyusul stabilnya inflasi dan menguatnya cadangan devisa. Dengan menjaga keseimbangan antara likuiditas dan suku bunga, bank sentral berupaya memastikan agar transmisi kebijakan ke sektor produktif dapat berlangsung lebih cepat dan efisien.[Zul]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK