Fakta Nasional

Bjorka Kembali Muncul? Beberapa Tokoh Pemerintah Langsung Disenggol

FAKTANASIONAL.NET – Media sosial kembali dihebohkan dengan beredarnya sebuah unggahan yang mengatasnamakan sosok peretas Bjorka. Dalam postingan yang dibagikan akun Instagram Linuxhackingid, ditampilkan serangkaian pesan panjang yang diklaim berasal…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Thursday, 16 July 2026 📖 3 menit
Bjorka Kembali Muncul? Beberapa Tokoh Pemerintah Langsung Disenggol
Bjorka Kembali Muncul? Tiga Tokoh Pemerintah Langsung Kena Senggol/(Foto: Instagram/@Linuxhackingid)
) -->

FAKTANASIONAL.NET – Media sosial kembali dihebohkan dengan beredarnya sebuah unggahan yang mengatasnamakan sosok peretas Bjorka.

Dalam postingan yang dibagikan akun Instagram Linuxhackingid, ditampilkan serangkaian pesan panjang yang diklaim berasal dari akun @8J0RK4.

Dalam pesan tersebut, sosok yang mengaku sebagai Bjorka menyatakan dirinya masih aktif dan membantah berbagai klaim bahwa dirinya telah ditangkap atau menggunakan akun palsu.

Ia menggambarkan dirinya sebagai "bayangan di dalam sistem" sekaligus mengaitkan identitasnya dengan kelompok Anonymous melalui kalimat "Kami Anonymous, kami legion."

Selain itu, ia mengancam akan terus menyampaikan komentar panjang yang berisi kritik, sindiran, serta apa yang disebutnya sebagai "kebenaran pahit" mengenai kondisi Indonesia.

Namun demikian, seluruh isi pesan tersebut hingga kini masih berupa klaim sepihak dan belum dapat diverifikasi secara independen.

Klaim Kuasai Data Pemerintah dan Kritik Sistem Keamanan Siber

Dalam bagian lain pesannya, sosok yang mengaku Bjorka melontarkan kritik keras terhadap sistem keamanan siber Indonesia.

Ia mengklaim telah menguasai berbagai data milik pemerintah maupun institusi publik, mulai dari data SIM, BPJS, PeduliLindungi, MyPertamina, data perpajakan hingga data pejabat negara.

Menurutnya, berbagai kebocoran tersebut terjadi akibat lemahnya perlindungan data pribadi dan buruknya tata kelola keamanan siber nasional.

Ia bahkan menyebut firewall maupun sistem keamanan digital Indonesia hanya sebuah ilusi dan mengklaim dapat masuk melalui berbagai celah keamanan yang tersedia.

Meski demikian, unggahan tersebut tidak menyertakan bukti teknis yang dapat membuktikan seluruh klaim tersebut sehingga informasi tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut.

Serang Sejumlah Tokoh Publik

Postingan tersebut juga memperlihatkan sejumlah potongan pesan yang menyerang beberapa tokoh publik.

Nama Ketua DPR RI Puan Maharani, Menteri BUMN Erick Thohir, serta pengamat politik Denny Siregar disebut dalam pesan tersebut.

Ketiganya menjadi sasaran kritik dan sindiran dengan narasi yang bersifat provokatif serta menyerang secara personal.

Pengunggah menjelaskan bahwa pola komunikasi yang digunakan lebih mengarah pada upaya mempermalukan tokoh-tokoh tersebut di ruang publik dibanding menyampaikan bukti atau argumentasi yang dapat diverifikasi.

Tantang Pemerintah Melacak Identitasnya

Dalam potongan pesan lainnya, sosok tersebut juga menantang aparat penegak hukum yang sebelumnya pernah mengklaim telah mengidentifikasi Bjorka.

Ia menyebut berbagai penangkapan sebelumnya salah sasaran dan mengklaim berada di lokasi yang tidak dapat dijangkau aparat.

Ia bahkan menyatakan bisa berada di mana saja, mulai dari Indonesia hingga luar negeri, sehingga sulit untuk dilacak.

Narasi tersebut kembali diikuti dengan klaim bahwa aksinya dilakukan sebagai bentuk balasan terhadap buruknya perlindungan data masyarakat serta lemahnya tata kelola keamanan informasi.

Sebut Kebocoran Data Terjadi Karena Satu Celah

Dalam bagian berikutnya, Bjorka kembali menegaskan bahwa kebocoran data menurutnya dapat terjadi hanya melalui satu celah keamanan.

Ia menuduh pemerintah gagal melindungi data masyarakat dan menyatakan bahwa privasi publik telah lama runtuh akibat lemahnya sistem perlindungan data.

Sekali lagi, tuduhan tersebut tidak disertai bukti forensik maupun data teknis yang dapat diverifikasi secara independen.

Klaim Bagian dari Anonymous

Pada penutup pesannya, sosok tersebut kembali mengklaim dirinya merupakan bagian dari Anonymous.

Ia menggunakan slogan yang identik dengan kelompok tersebut seperti "We Are Anonymous", "Kami Legion", hingga "Expect Us".

Selain itu, ia mengancam akan terus menyampaikan komentar bernada provokatif yang menyerang kebijakan pemerintah, sistem keamanan digital, serta elite politik Indonesia.

Unggahan tersebut juga memuat sejumlah tagar seperti #WeAreAnonymous, #BjorkaNeverDies, dan #DataKalianMilikKami.

Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah maupun aparat penegak hukum yang mengonfirmasi keaslian pesan yang beredar tersebut.

Belum dapat dipastikan apakah akun yang digunakan benar-benar dikendalikan oleh sosok yang selama ini dikenal sebagai Bjorka, atau hanya pihak lain yang mengatasnamakan identitas tersebut.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK