BMKG Pantau 20 Aktivitas Gempa di Indonesia pada Selasa Dini Hari
FAKTANASIONAL.NET – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan setidaknya terjadi 20 aktivitas gempa bumi yang tersebar di wilayah Indonesia pada Selasa (10/3/2026) dini hari. Rangkaian gempa tektonik tersebut tercatat memiliki…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan setidaknya terjadi 20 aktivitas gempa bumi yang tersebar di wilayah Indonesia pada Selasa (10/3/2026) dini hari.
Rangkaian gempa tektonik tersebut tercatat memiliki magnitudo yang bervariasi antara 2,1 hingga 4,1.
Berdasarkan data pemantauan dari pusat BMKG di Bogor, rentetan guncangan seismik ini terjadi dalam kurun waktu sekitar lima jam, dimulai sejak pukul 00.44 WIB hingga 05.15 WIB.
Meski frekuensi kejadian cukup tinggi, hingga saat ini belum ada laporan mengenai dampak kerusakan bangunan maupun korban jiwa.
Sebaran Wilayah dan Titik Signifikan
Aktivitas kegempaan terpantau terjadi di sejumlah titik strategis, meliputi perairan Sumbawa, Laut Banda, Flores, Halmahera, Sumatera Selatan, perairan selatan Pulau Jawa, hingga wilayah daratan Papua Barat.
Baca Juga: Gempa Bumi Magnitudo 6,4 Guncang Aceh dan Sumut
Salah satu guncangan dengan magnitudo terbesar, yakni M 4,1, terjadi di kawasan Laut Banda pada pukul 01.13 WIB.
Episenter gempa terletak pada koordinat 7,08 derajat Lintang Selatan dan 129,99 derajat Bujur Timur dengan kedalaman menengah mencapai 182 kilometer di bawah permukaan laut.
Menjelang pagi, pukul 05.15 WIB, gempa bermagnitudo 2,9 juga mengguncang perairan selatan Pulau Jawa.
Berbeda dengan gempa di Laut Banda, pusat getaran di selatan Jawa ini berada pada kedalaman dangkal sekitar 19 kilometer di bawah permukaan laut.
Kondisi Geologis Nusantara
Tingginya frekuensi aktivitas seismik dalam satu hari ini merupakan fenomena yang lumrah terjadi di Indonesia.
Hal ini berkaitan erat dengan posisi geografis nusantara yang berada di jalur Cincin Api Pasifik (Ring of Fire), kawasan dengan aktivitas tektonik dan vulkanik paling intensif di dunia.
Secara geologis, Indonesia merupakan titik pertemuan tiga lempeng tektonik utama dunia, yaitu Lempeng Eurasia, Lempeng Indo-Australia, dan Lempeng Pasifik.
Interaksi berupa tumbukan maupun penunjaman (subduksi) antar-lempeng tersebut, ditambah dengan keberadaan sesar atau patahan aktif di daratan, menjadi pemicu utama tingginya tingkat kerawanan gempa di berbagai wilayah Indonesia.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.