Fakta Nasional

BMKG: Waspada Kemarau 2026 Datang Lebih Awal dan Lebih Kering di Sebagian Besar Indonesia

FAKTANASIONAL.NET – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait transisi musim di Indonesia. Berdasarkan analisis terbaru, sebagian wilayah Indonesia diprediksi akan memasuki musim kemarau lebih awal, mu…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Jessy Serianda Editor: Redaksi 📍 Nasional Monday, 09 March 2026 📖 2 menit
BMKG: Waspada Kemarau 2026 Datang Lebih Awal dan Lebih Kering di Sebagian Besar Indonesia
(ilustrasi/@pixabay)
) -->

FAKTANASIONAL.NET  – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait transisi musim di Indonesia. Berdasarkan analisis terbaru, sebagian wilayah Indonesia diprediksi akan memasuki musim kemarau lebih awal, mulai April 2026.

Fenomena ini dipicu oleh perubahan dinamika iklim global di Samudera Pasifik yang memengaruhi pola cuaca di tanah air.

Melansir laporan resmi BMKG, terdapat 114 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 16,3 persen wilayah Indonesia yang akan memulai fase kemarau pada bulan depan.

Perubahan arah angin dari angin musim barat menjadi angin musim timur menjadi indikator utama dimulainya periode kering ini.

Peta Sebaran dan Jadwal Masuk Kemarau

Berdasarkan booklet Pemutakhiran Prediksi Musim Hujan 2025/2026, awal musim kemarau tahun ini tercatat lebih maju (lebih cepat dari biasanya) di 325 ZOM atau mencakup 46,5 persen wilayah Indonesia. Adapun rincian tahapan masuknya musim kemarau adalah sebagai berikut:

  • April 2026 (114 ZOM): Meliputi pesisir utara Jawa bagian barat, sebagian besar Jawa Tengah dan Jawa Timur, NTB, NTT, serta sebagian kecil Kalimantan dan Sulawesi.

  • Mei 2026 (184 ZOM): Mencakup 26,3 persen wilayah Indonesia.

  • Juni 2026 (163 ZOM): Mencakup 23,3 persen wilayah Indonesia.

Wilayah yang diprediksi mengalami awal kemarau lebih cepat ini membentang mulai dari sebagian besar Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan bagian selatan dan timur, hingga sebagian besar Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Puncak Kemarau Agustus 2026: Kondisi "Bawah Normal" Mendominasi

BMKG memproyeksikan puncak musim kemarau akan terjadi secara masif pada Agustus 2026, yang mencakup 429 ZOM atau sekitar 61,4 persen wilayah Indonesia.

Pada periode ini, wilayah Sumatera bagian tengah dan selatan, Jawa Tengah hingga Jawa Timur, Bali, serta Nusa Tenggara akan merasakan kondisi kering yang signifikan.

Hal yang perlu diwaspadai adalah sifat musim kemarau tahun ini yang diprediksi lebih kering dari biasanya. Sebanyak 451 ZOM (64,5 persen) diprakirakan akan mengalami sifat musim Bawah Normal (lebih kering), sementara 245 ZOM (35,1 persen) bersifat Normal.

Hanya sebagian kecil wilayah di Gorontalo dan Sulawesi Tenggara (0,4 persen) yang berpotensi mengalami kemarau Atas Normal atau lebih basah.

Langkah Antisipasi dan Peringatan Dini

Mengingat potensi kekeringan yang lebih ekstrem, BMKG mengimbau pemerintah daerah, kementerian terkait, dan seluruh lapisan masyarakat untuk segera melakukan langkah mitigasi.

“Masyarakat diingatkan agar mulai melakukan langkah antisipasi untuk menghadapi potensi kekeringan, penurunan kualitas udara, hingga ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau berlangsung,” tulis BMKG dalam laporannya.

Ketersediaan sumber air bersih dan pengelolaan lahan pertanian menjadi poin krusial yang harus diperhatikan, mengingat durasi dan intensitas kemarau yang diprediksi lebih panjang di beberapa wilayah strategis nasional.


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK