BNPB: Banjir dan Longsor Dominasi Bencana di Masa Peralihan Musim, Ribuan Warga Terdampak
FAKTANASIONAL.NET – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis laporan terbaru mengenai rentetan bencana yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia pada periode 6–7 April 2026. Dalam masa peralihan musim hujan ke kemarau kali ini, peristiw…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis laporan terbaru mengenai rentetan bencana yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia pada periode 6–7 April 2026.
Dalam masa peralihan musim hujan ke kemarau kali ini, peristiwa banjir bandang, tanah longsor, dan pergeseran tanah dilaporkan mendominasi akibat cuaca ekstrem.
Direktorat Koordinasi Pengendalian Operasi BNPB mencatat dampak signifikan terjadi di empat wilayah utama, yakni Kabupaten Lombok Utara, Seluma, Pesawaran, dan Bogor.
Banjir Bandang dan Longsor di Berbagai Daerah
Di Kabupaten Lombok Utara, banjir bandang menerjang Kecamatan Pemenang pada Minggu (5/4).
Sebanyak tiga rumah hanyut dan puluhan lainnya terdampak. Meski air telah surut pada Senin (6/4), material lumpur masih memenuhi pemukiman warga dan merusak tanggul sungai sepanjang 100 meter.
Kondisi lebih parah dilaporkan dari Kabupaten Seluma, Bengkulu. Sebanyak 851 KK atau sekitar 2.637 jiwa terdampak banjir dan longsor yang meluas hingga ke-10 desa di tujuh kecamatan.
Selain merendam ratusan rumah, bencana ini merusak akses jalan dan fasilitas publik seperti sekolah serta puskesmas.
Sementara itu, di Kabupaten Pesawaran, Lampung, tim gabungan masih melakukan operasi pencarian terhadap satu warga yang dilaporkan hilang terseret arus banjir di Kecamatan Way Khilau.
Sebanyak 291 unit rumah tercatat terdampak genangan air setinggi 50 cm.
Pergeseran Tanah di Kabupaten Bogor
Hujan deras juga memicu pergerakan tanah di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. BPBD setempat melaporkan sembilan desa di tujuh kecamatan terdampak. Dampaknya, puluhan jiwa terpaksa mengungsi karena rumah mereka rusak berat atau terancam ambruk.
Hingga Senin (6/4), akses jalan di Desa Hambaro, Kecamatan Nanggung, masih terputus dan belum bisa dilalui kendaraan roda empat.
Imbauan Resmi BNPB
Menyikapi eskalasi kejadian bencana ini, BNPB mengeluarkan peringatan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.
"BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi selama musim hujan, seperti angin kencang, hujan ekstrem, puting beliung, banjir, dan gelombang tinggi, serta kemungkinan bencana geologi seperti gempa bumi yang dapat terjadi sewaktu-waktu," tulis pernyataan resmi BNPB melalui Direktorat terkait (7/4).
Selain itu, BNPB menekankan pentingnya langkah mitigasi mandiri di tingkat keluarga untuk meminimalisir risiko jatuhnya korban jiwa.
"Masyarakat diharapkan menyiapkan tas siaga bencana sebagai langkah kesiapsiagaan serta senantiasa memantau pembaruan informasi dari sumber resmi dan terpercaya, seperti BNPB, BPBD, dan BMKG."
Pihak BPBD di masing-masing daerah terdampak hingga kini masih terus melakukan kaji cepat dan penanganan darurat di lapangan guna memastikan kebutuhan dasar warga terdampak dapat terpenuhi.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.