Fakta Nasional

BNPB Kerahkan Kekuatan Penuh Atasi Karhutla Kalteng, Operasi Modifikasi Cuaca Diperluas hingga Malam Hari

FAKTA GROUP – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meningkatkan status kesiapsiagaan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Kalimantan Tengah. Tidak hanya mengoptimalkan pemadaman melalui Satgas Darat, BNPB juga memperku…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Yusvan Connery Editor: Redaksi 📍 Nasional Tuesday, 04 August 2026 📖 2 menit
BNPB Kerahkan Kekuatan Penuh Atasi Karhutla Kalteng, Operasi Modifikasi Cuaca Diperluas hingga Malam Hari
) -->

FAKTA GROUP– Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meningkatkan status kesiapsiagaan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Kalimantan Tengah.

Tidak hanya mengoptimalkan pemadaman melalui Satgas Darat, BNPB juga memperkuat Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dengan menambah armada pesawat, memperbanyak stok bahan semai Natrium Klorida (NaCl), hingga memperluas waktu operasi yang dapat dilakukan siang maupun malam hari.

Langkah strategis tersebut diputuskan dalam rapat koordinasi yang dipimpin Kepala BNPB, Letjen TNI Dr. Suharyanto, di Posko OMC Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya, Jumat 31 Juli 2026 kemarin, bersama BMKG, BPBD Provinsi Kalimantan Tengah, dan pengelola Bandara Tjilik Riwut.

Kepala BNPB menegaskan, seluruh armada pesawat OMC harus siap diterbangkan kapan saja apabila BMKG mendeteksi potensi pertumbuhan awan hujan.

"Operasi tidak boleh dibatasi waktu. Jika kondisi atmosfer mendukung pada malam hari, maka penyemaian awan harus segera dilaksanakan untuk mempercepat turunnya hujan di wilayah terdampak Karhutla," tegasnya.

BNPB memprioritaskan penyemaian bahan semai NaCl di wilayah dengan tingkat kebakaran tertinggi, yakni Kabupaten Pulang Pisau dan Kota Palangka Raya.

Sementara Kabupaten Kotawaringin Timur tetap menjadi wilayah pemantauan untuk pelaksanaan operasi berikutnya.

Selain mempercepat pemadaman titik api, operasi tersebut diharapkan mampu mempercepat pendinginan lahan gambut sehingga mencegah munculnya kembali bara api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

Untuk memperkuat operasi udara, BNPB juga menyetujui penambahan armada pesawat OMC dengan membuka pangkalan operasi baru di Pangkalan Bun.

Langkah ini diharapkan mampu mempercepat jangkauan operasi modifikasi cuaca di wilayah Kalimantan Tengah.

Hingga Jumat (31/7), pesawat Caravan yang digunakan dalam OMC telah melaksanakan penerbangan selama empat jam dengan menyebarkan 2.000 kilogram bahan semai NaCl pada area seluas 1.777,60 kilometer persegi.

Persediaan bahan semai di Posko OMC masih mencapai 6.000 kilogram sehingga dinilai mencukupi untuk mendukung operasi lanjutan.

Di sisi lain, BNPB juga memperkuat operasi darat dengan menginstruksikan seluruh personel Satgas Karhutla agar memfokuskan pemadaman pada titik-titik api prioritas.

Setelah api berhasil dipadamkan, petugas diwajibkan melakukan pendinginan secara menyeluruh guna memastikan bara api benar-benar padam, terutama pada kawasan lahan gambut.

Sebagai bentuk dukungan di lapangan, BNPB akan menyalurkan pompa air, bahan pemadam api, serta kantong air lipat (flexible tank) ke daerah-daerah yang membutuhkan.

Peralatan tersebut diharapkan mampu mengatasi kendala minimnya sumber air di sejumlah lokasi kebakaran.
BNPB juga menambah satu regu pendamping teknis yang terdiri dari 10 personel untuk memperkuat operasi Satgas Karhutla.

Pemerintah daerah diminta memastikan seluruh personel lapangan memperoleh perlengkapan kerja, logistik, serta hak uang harian agar tetap memiliki semangat dan kesiapan maksimal selama bertugas.

Melalui sinergi antara BNPB, BMKG, BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, pemerintah daerah, relawan, serta seluruh unsur Satgas Karhutla Kalteng 2026, penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah diharapkan semakin efektif sehingga dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat, lingkungan, dan aktivitas ekonomi dapat ditekan semaksimal mungkin.

"Penanganan Karhutla harus dilakukan secara cepat, terpadu, dan berkelanjutan. Seluruh unsur harus bergerak bersama agar kebakaran tidak meluas dan dampaknya dapat diminimalkan," tegas Kepala BNPB.(Van)


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK