Fakta Nasional

BNPB: Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Tanah Air Per 13 Juni 2025

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Memasuki pekan kedua pada bulan Juni, Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) BNPB mencatat beberapa kejadian bencana yang terjadi hingga Jumat (13/6) pukul 07.00 WIB. "Kejadian bencana hidrometeorologi basah masih mend…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Editor Editor: Redaksi 📍 Nasional Saturday, 14 June 2025 📖 2 menit
BNPB: Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Tanah Air Per 13 Juni 2025
Banjir yang terjadi di Kabupaten Sinjai, Provinsi Sulawesi Tengah, Kamis (12/6/2024)/Dok. BNPB.
) -->

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Memasuki pekan kedua pada bulan Juni, Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) BNPB mencatat beberapa kejadian bencana yang terjadi hingga Jumat (13/6) pukul 07.00 WIB.

"Kejadian bencana hidrometeorologi basah masih mendominasi, laporan pertama yang dirangkum adalah peristiwa Banjir di Kabupaten Sinjai, Provinsi Sulawesi Tengah," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Ph.D, Jumat (13/6/2025).

Peristiwa yang terjadi pukul Kamis (12/6/2025) sekitar pukul 08.00 WIB itu, lanjut dia, terjadi setelah hujan deras mengguyur hingga berdampak hingga ke rumah warga. Wilayah terdampak Kecamatan Tellulimpoe, Sinjai Utara dan Sinjai Timur.

Tercatat 152 jiwa terdampak dan 55 unit rumah tergenang banjir. Selain itu, banjir juga merendam 9 hektar sawah, 3 fasilitas pendidikan, 7 unit perkantoran dan 18 akses jalan.

"Berdasarkan pantauan visual terkini, banjir sudah surut. Pascakejadian BPBD segera melakukan distribusi logistik juga telah dilakukan bagi warga terdampak," ungkap Abdul Muhari.

Selain banjir, tanah longsor dilaporkan terjadi di Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat. Peristiwa ini terjadi pada Senin (9/12) pukul 11.00 WITA.

Hujan dengan intensitas tinggi menjadi pemicu peristiwa yang terjadi di Desa Pebassian Kecamatan Mamasa. Dilaporkan 6 unit rumah warga dan 2 petak sawah rusak akibat terkena material longsor. Terdapat 6 KK terpaksa mengungsi akibat peristiwa ini.

Selain rumah, longsor juga berdampak pada aliran sungai yang tertutup material longsor.

Tim reaksi cepat BPBD bersama aparat daerah segera melakukan penanganan darurat dilokasi kejadian. Posko penanganan darurat juga didirikan untuk para warga terdampak dan pemenuhan kebutuhan dasar para pengungsi.

Angin kencang juga dilaporkan melanda wilayah Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh, Rabu (11/6). Dua kecamatan terdampak diantaranya Kecamatan Julok dan Kecamatan Simpang Ulim.

Angin kencang mengakibatkan 19 unit rumah warga terdampak dan pohon tumbang. Tim gabungan kini tengah melakukan kerja bakti untuk membersihkan puing dan material yang terbawa saat peristiwa ini terjadi.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk tetap menjaga kesiapsiagaan terhadap potensi risiko bencana hidrometeorologi.

Apabila terjadi perubahan cuaca secara signifikan, diharap kepada seluruh pemangku kebijakan di daerah bersama masyarakat dapat mengantisipasi dan melakukan mitigasi serta meningkatkan kesiapsiagaan.

"Jika terjadi hujan lebat hingga jarak pandang berkurang dari 100 meter dalam durasi satu jam lebih, diharap agar masyarakat mengungsi ke tempat yang lebih aman, khususnya bagi yang tinggal di daerah lereng tebing maupun bantaran sungai," pungkas Abdul Muhari.[zul]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK