Fakta Nasional

BNPP RI Gandeng DAI Garap Pembangunan Berbasis Kesejahteraan di Perbatasan Sambas

FAKTANASIONAL.NET – Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI mempertegas komitmennya dalam membangun wilayah beranda depan negara dengan merangkul para tokoh agama. Langkah ini diwujudkan melalui Seminar Internasional dan Upgrading DAI bertema…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Jessy Serianda Editor: Redaksi 📍 Nasional Friday, 10 April 2026 📖 2 menit
BNPP RI Gandeng DAI Garap Pembangunan Berbasis Kesejahteraan di Perbatasan Sambas

FAKTANASIONAL.NET – Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI mempertegas komitmennya dalam membangun wilayah beranda depan negara dengan merangkul para tokoh agama.

Langkah ini diwujudkan melalui Seminar Internasional dan Upgrading DAI bertema “Sinergitas Dai dalam Pembangunan di Wilayah Perbatasan Negara” yang digelar di Aula Utama Kantor Bupati Sambas.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus, didampingi Bupati Sambas Satono.

Kehadiran para dai dari berbagai negara Asia Tenggara seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, dan Brunei Darussalam menandai pentingnya kolaborasi lintas negara dalam menjaga stabilitas dan kemajuan kawasan.
Dai Sebagai Penggerak Mandiri

Dalam arahannya, Wamendagri Akhmad Wiyagus menekankan bahwa peran dai di era sekarang harus melampaui pembinaan spiritual.

Dai diharapkan mampu menjadi motor penggerak kemandirian masyarakat di berbagai lini.

“Para dai harus ikut mendorong kemandirian ekonomi, kemandirian pangan, hingga kemandirian di berbagai sektor kehidupan masyarakat,” tegas Akhmad Wiyagus, dikutip Jumat, 10 April 2026.
Wiyagus juga menjelaskan bahwa di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, wilayah perbatasan menjadi prioritas lewat program strategis seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, hingga Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).

Bukan Tembok, Tapi Kesejahteraan

Paradigma baru pengelolaan perbatasan juga dipaparkan oleh Kelompok Ahli BNPP RI, Nur Kholis.

Ia menegaskan bahwa Indonesia kini menggunakan pendekatan ganda: keamanan dan kesejahteraan (security and prosperity).

“Indonesia tidak membangun tembok di perbatasan, tetapi membangun kesejahteraan. Batas negara harus tegas dari sisi kedaulatan, namun dari sisi ekonomi, perbatasan justru harus menjadi penopang penguatan ekonomi masyarakat kedua negara,” ujar Nur Kholis.
Menurutnya, pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) bukan sekadar simbol fisik kehadiran negara, melainkan upaya mengubah wajah perbatasan dari daerah terisolasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru, terutama di sektor pertanian dan pariwisata.

Fokus pada Kualitas SDM

Bupati Sambas, Satono, yang juga menjabat sebagai Ketua Parmusi Kalbar, menyambut baik sinergi ini. Baginya, pembangunan infrastruktur di perbatasan harus dibarengi dengan kesiapan kualitas manusianya.

Ia menegaskan bahwa sumber daya manusia (SDM) adalah kunci utama untuk mengelola potensi besar yang ada di Sambas agar memberikan dampak berkelanjutan.

Melalui forum ini, BNPP RI berharap tercipta kesamaan visi antara pemerintah, tokoh agama, dan akademisi dalam memandang kawasan perbatasan bukan lagi sebagai halaman belakang, melainkan sebagai beranda depan negara yang maju dan berdaulat.

 


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK