Fakta Nasional

Bos Lippo dan Pakuwon Klarifikasi Soal Pagar Mal, Tegaskan Keamanan Indonesia Tetap Kondusif

FAKTANASIONAL.NET – Ramainya pembahasan mengenai pemasangan pagar di sejumlah pusat perbelanjaan memunculkan beragam spekulasi di tengah masyarakat. Menanggapi hal tersebut, pimpinan Lippo Group dan Pakuwon Group memastikan bahwa langkah tersebut bu…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Sunday, 02 August 2026 📖 2 menit
Bos Lippo dan Pakuwon Klarifikasi Soal Pagar Mal, Tegaskan Keamanan Indonesia Tetap Kondusif
Pagar Baja 3 Meter Bermunculan di Jakarta-Bekasi, Netizen: Kalo Mau Rusuh Dirumah Pejabat Korp Saja Gak Sih!/(Instagram)

FAKTANASIONAL.NET – Ramainya pembahasan mengenai pemasangan pagar di sejumlah pusat perbelanjaan memunculkan beragam spekulasi di tengah masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, pimpinan Lippo Group dan Pakuwon Group memastikan bahwa langkah tersebut bukan mencerminkan memburuknya situasi keamanan nasional, melainkan murni kebijakan operasional di tingkat manajemen lokal.

Dikutip dari Infobanknews, Sabtu, 1 Agustus 2026, Chairman Lippo Group James T. Riady menegaskan Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang aman sehingga pemasangan pagar seperti yang pernah dilakukan pada masa kerusuhan sudah tidak lagi diperlukan.

“Dulu semua mal memasang pagar ketika terjadi kerusuhan. Sekarang sudah tidak diperlukan lagi karena situasi sudah tenang,” ujar James.

Pernyataan serupa juga disampaikan pendiri Pakuwon Group Alexander Tedja. Ia menjelaskan pagar yang sempat dipasang di Mal Kota Kasablanka (Kokas), Jakarta Selatan, merupakan keputusan manajemen setempat tanpa instruksi dari pemegang saham maupun kantor pusat.

“Itu kebijakan manajemen lokal dan akan segera dibongkar,” kata Alexander Tedja.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait mengaku telah berbicara langsung dengan Alexander Tedja terkait polemik tersebut. Menurutnya, pihak Pakuwon memastikan pagar di Kokas segera dibongkar dan penataan kawasan akan disesuaikan agar tidak menimbulkan persepsi negatif di masyarakat.

“Saya juga sudah berbicara langsung dengan Pak Alex Tedja. Beliau mengatakan itu hanya inisiatif manajemen lokal dan akan segera diselesaikan,” ujar Maruarar.

Maruarar juga mengapresiasi keterbukaan James Riady dan Alexander Tedja dalam memberikan penjelasan kepada publik.

Menurutnya, kondisi keamanan nasional tetap kondusif dan aktivitas ekonomi berlangsung normal sehingga masyarakat tidak perlu merasa khawatir.

James Riady menilai optimisme dunia usaha terlihat dari tingginya permintaan ruang usaha di pusat-pusat perbelanjaan. Bahkan, menurutnya, kebutuhan tenant saat ini melampaui ketersediaan ruang di banyak mal.

“Sekarang justru kekurangan ruang. Permintaan untuk membuka toko lebih besar daripada pasokan ruang di pusat perbelanjaan modern. Ini masa emas bagi bisnis mal,” katanya.

Ia menambahkan Lippo Group terus melakukan ekspansi dengan mengelola 106 pusat perbelanjaan yang terdiri dari 71 mal dan 35 shopping center di lebih dari 29 kota di Indonesia.

Menurut James, ekspansi tersebut menjadi bukti kuat bahwa pelaku usaha masih memiliki kepercayaan tinggi terhadap prospek ekonomi nasional.

Di sisi lain, Alexander Tedja juga menilai isu pagar mal telah berkembang luas di media sosial. Namun ia menegaskan kondisi keamanan Indonesia tetap aman sehingga pemasangan pagar tidak diperlukan.

Baik Lippo Group maupun Pakuwon Group sepakat bahwa kebijakan tersebut hanya bersifat lokal dan tidak mencerminkan kondisi industri pusat perbelanjaan maupun situasi keamanan nasional secara keseluruhan.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK