Fakta Nasional

BRI Tegaskan Komitmen Tata Kelola Saat Kasus EDC Disidik KPK

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Manajemen PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) angkat bicara menanggapi pengusutan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan korupsi pengadaan mesin EDC periode 2020–2024. Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menegaskan…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Thursday, 03 July 2025 📖 1 menit
BRI Tegaskan Komitmen Tata Kelola Saat Kasus EDC Disidik KPK
Gedung KPK - KPK menetapkan Wamen Imipas Silmy Karim dan sejumlah pejabat imigrasi sebagai tersangka skandal pemerasan izin tinggal WNA senilai Rp145,5 miliar/(ist/fkn)

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Manajemen PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) angkat bicara menanggapi pengusutan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan korupsi pengadaan mesin EDC periode 2020–2024.

Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menegaskan akan selalu mematuhi proses hukum dan menjaga kelangsungan layanan kepada nasabah.

Hormati Proses Hukum dan GCG
Hery Gunardi menyatakan BRI menghormati langkah penegak hukum dan siap bekerja sama penuh: “Kami mendukung penegakan hukum sesuai undang‑undang dan selalu terbuka untuk kolaborasi.

Seluruh kegiatan berjalan sesuai Standar Operasional Perusahaan dan prinsip Good Corporate Governance.”

Meskipun proses hukum berjalan, Hery meyakinkan nasabah bahwa operasional BRI tidak terganggu. Fokus perusahaan tetap pada program transformasi “BRIvolution 3.0” untuk penguatan bisnis, tata kelola, risiko, dan kapabilitas digital.

Targetnya menjadi “The Most Trusted Lifetime Financial Partner for Sustainable Growth” pada 2029, sejalan Asta Cita Pemerintah RI.

BRI juga memprioritaskan pengembangan SDM dan penyaluran kredit berkualitas agar pertumbuhan bank tetap sehat.

Dengan komitmen tata kelola yang baik, manajemen optimis BRI dapat melewati tantangan hukum tanpa mengorbankan pelayanan dan kepercayaan masyarakat.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK