Fakta Nasional

BRIN Kembangkan Beton Khusus untuk Selamatkan Pantura dari Ancaman Tenggelam

FAKTANASIONAL.NET - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan inovasi material beton untuk memperkuat infrastruktur pesisir Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah. Teknologi ini diharapkan mampu membantu menghadapi ancaman abrasi dan banjir…

Penulis: Adit Sunday, 08 November 2026 📖 2 menit
BRIN Kembangkan Beton Khusus untuk Selamatkan Pantura dari Ancaman Tenggelam
Banjir/Pixabay

FAKTANASIONAL.NET - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan inovasi material beton untuk memperkuat infrastruktur pesisir Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah. Teknologi ini diharapkan mampu membantu menghadapi ancaman abrasi dan banjir rob yang selama ini merusak kawasan pesisir.

Pengembangan tersebut memanfaatkan abu terbang (fly ash) dan abu dasar (bottom ash) atau FABA, yakni limbah hasil pembakaran batu bara. Inovasi ini dibahas dalam webinar nasional pada Jumat (30/10), sebagai bagian dari upaya mencari solusi perlindungan pesisir yang lebih berkelanjutan.

Pada Minggu (8/11/2026), BRIN menjelaskan bahwa setiap wilayah Pantura mempunyai karakteristik berbeda. Karena itu, penanganannya membutuhkan perencanaan terpadu dengan mempertimbangkan aspek teknis, ekonomi, dan lingkungan.

Kepala Pusat Riset Teknologi Hidrodinamika (PRTH) BRIN Teguh Muttaqie mengatakan riset tersebut diharapkan menghasilkan solusi sesuai persoalan di setiap wilayah.

"Kegiatan ini diharapkan dapat melahirkan solusi dari setiap permasalahan, baik dari segi tekno-ekonomi hingga dampak terhadap lingkungan hidup di sekitar Pantura," paparnya.

Salah satu teknologi yang dikaji adalah tanggul laut raksasa atau giant sea wall. Pengembangannya melibatkan lembaga riset, industri, dan pemerintah daerah. Pelaksanaannya juga direncanakan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan wilayah percontohan.

Kepala Organisasi Riset Energi dan Manufaktur BRIN Cuk Supriyadi Ali Nandar menegaskan pentingnya kerja sama lintas sektor tersebut.

"PRTH mendorong riset untuk menjawab permasalahan Pantura dengan solusi konkret," tuturnya.

Desa Timbulsloko, Kabupaten Demak, disiapkan sebagai laboratorium hidup untuk menguji teknologi perlindungan pesisir. Kepala Desa Timbulsloko H. Nadhiri mengungkapkan bahwa permukiman dan infrastruktur desanya sering mengalami kerusakan akibat terendam air laut.

Perekayasa Ahli Muda PRTH BRIN Ridwan Budi Prasetyo menjelaskan fondasi beton antikorosi adaptif pesisir tersebut menggunakan FABA. Material ini memiliki kekuatan mekanik sangat tinggi dengan perkiraan umur layanan mencapai 20 hingga 25 tahun.

Inisiatif tersebut mendapat dukungan Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ). Deputi Bidang Pengelolaan Wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur BOPPJ Agus Adriyanto menyebut tanggul laut raksasa sebagai solusi terpadu untuk melindungi aset nasional.

Dukungan juga datang dari PT PLN (Persero) UIT TJB melalui MAN K3 Nandi Hidayat. Pemanfaatan limbah batu bara menjadi beton geopolimer dinilai sebagai penerapan ekonomi sirkular dalam pembangunan infrastruktur pesisir.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK