Fakta Nasional

Buku "Laku Spiritual Pak Harto" Diluncurkan Tepat pada Peringatan 105 Tahun Kelahiran Soeharto

FAKTANASIONAL.NET – Sebuah buku yang mengupas sisi spiritual Presiden Kedua Republik Indonesia, Soeharto, resmi diluncurkan bertepatan dengan peringatan 105 tahun kelahirannya. Buku berjudul Laku Spiritual Pak Harto, Indonesia dan Kejawen: Analisis…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Editor Editor: Redaksi 📍 Nasional Tuesday, 09 June 2026 📖 3 menit
Buku "Laku Spiritual Pak Harto" Diluncurkan Tepat pada Peringatan 105 Tahun Kelahiran Soeharto
Peluncuran Buku berjudul Laku Spiritual Pak Harto, Indonesia dan Kejawen: Analisis SWOT Negara ala Jawa karya wartawan senior sekaligus Sarasehan Ketahanan Nasional di Gedung IAS TH, Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta, Senin 8…
) -->

FAKTANASIONAL.NET – Sebuah buku yang mengupas sisi spiritual Presiden Kedua Republik Indonesia, Soeharto, resmi diluncurkan bertepatan dengan peringatan 105 tahun kelahirannya.

Buku berjudul Laku Spiritual Pak Harto, Indonesia dan Kejawen: Analisis SWOT Negara ala Jawa karya wartawan senior Bambang Wiwoho diperkenalkan kepada publik dalam acara Peluncuran Buku dan Sarasehan Ketahanan Nasional di Gedung IAS TH, Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta, Senin 8 Juni 2026.

Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama Yayasan Kajian Citra Bangsa (YKCB), Yayasan Pengembangan Pendidikan Indonesia Jakarta (Universitas Trilogi), Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan Universitas Indonesia, dan Penerbit Buku Kompas.

Selain menjadi momentum peluncuran buku, acara tersebut juga menjadi ruang dialog publik untuk membahas ketahanan nasional dari perspektif sejarah, budaya, dan kepemimpinan bangsa.

Berbeda dari berbagai buku yang selama ini mengulas Soeharto dari sisi politik dan ekonomi, karya Bambang Wiwoho kali ini mencoba menghadirkan perspektif yang lebih mendalam mengenai kehidupan batin dan spiritualitas sang mantan presiden.

"Buku ini menelusuri bagaimana nilai-nilai kejawen, laku tirakat, tradisi kebatinan Jawa, serta hubungan dengan tokoh-tokoh spiritual diyakini turut membentuk karakter, cara berpikir, dan gaya kepemimpinan Soeharto selama memimpin Indonesia," kata Wiwoho

Sebagai wartawan senior yang mengikuti dinamika politik nasional sejak awal 1970-an, Bambang Wiwoho menghadirkan penelusuran yang didasarkan pada wawancara, dokumentasi sejarah, dan berbagai sumber referensi.

Hasilnya adalah sebuah karya yang tidak bertujuan mengagungkan maupun menghakimi, melainkan mengajak pembaca memahami dimensi kemanusiaan seorang pemimpin yang selama lebih dari tiga dekade berada di pusat kekuasaan.

"Tidak hanya membahas sosok Soeharto, buku ini juga menawarkan analisis mengenai kondisi Indonesia masa kini melalui pendekatan SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) yang dipadukan dengan perspektif budaya Jawa," ungkap Wiwoho.

Melalui pendekatan tersebut, penulis mengulas berbagai kekuatan, kelemahan, peluang, dan tantangan bangsa Indonesia, sekaligus menelaah karakter kepemimpinan para presiden Indonesia mulai dari Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono, Joko Widodo, hingga Prabowo Subianto.

Pada bagian akhir, buku ini mengangkat refleksi mengenai falsafah kepemimpinan Jawa dan nilai-nilai budaya yang telah lama menjadi bagian dari perjalanan politik Nusantara.

"Perspektif tersebut ditawarkan sebagai bahan renungan untuk memahami tantangan kebangsaan yang dihadapi Indonesia di tengah perubahan sosial, ekonomi, dan geopolitik global," ujar Wiwoho.

Nilai akademik buku semakin kuat dengan hadirnya kata pengantar dari Paulus Tri Agung Kristanto, Wakil Pemimpin Umum Harian Kompas dan Kompas.id, berjudul Mistik Kejawen dalam Negara “Pascakolonialisme” Jawa. Tulisan tersebut memberikan konteks mengenai posisi tradisi kejawen dalam perkembangan negara modern Indonesia.

Diterbitkan oleh Penerbit Buku Kompas, buku setebal 160 halaman berukuran 15 x 23 sentimeter ini memadukan pendekatan jurnalistik, sejarah, dan refleksi budaya. Karya tersebut ditujukan bagi pembaca yang ingin memahami perjalanan bangsa Indonesia dari sudut pandang yang lebih luas, yakni pertemuan antara kekuasaan, kebudayaan, dan spiritualitas.

Rangkaian acara peluncuran diawali dengan konferensi pers, dilanjutkan dengan seremoni peluncuran buku dan Sarasehan Ketahanan Nasional. Sejumlah akademisi dan praktisi hadir sebagai pembicara, antara lain Bambang Wiwoho, Dr. Palupi Lindiasari Samputra, dan Dr. Lita Sari Barus, dengan moderator Dr. Puspitasari. Acara juga dihadiri perwakilan keluarga Soeharto, pimpinan lembaga penyelenggara, akademisi Universitas Indonesia, serta sejumlah tokoh nasional.

Peluncuran buku Laku Spiritual Pak Harto, Indonesia dan Kejawen diharapkan tidak hanya menjadi peristiwa literasi, tetapi juga ruang refleksi bersama mengenai hubungan antara kepemimpinan, budaya, spiritualitas, dan masa depan Indonesia.

"Melalui pemahaman yang lebih mendalam terhadap pengalaman sejarah bangsa, masyarakat diharapkan dapat memperoleh pelajaran berharga untuk memperkuat ketahanan nasional dan memperkaya khazanah pemikiran kebangsaan Indonesia," pungkas Wiwoho.[sah]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK