Fakta Nasional

Bulog Targetkan 'Beras Kita' Langsung Dipasarkan Sepekan Setelah Rakortas Pemerintah

FAKTANASIONAL.NET – Perum Bulog menargetkan produk pangan baru bermerek "Beras Kita" dapat langsung dipasarkan paling cepat satu minggu setelah memperoleh persetujuan resmi dari pemerintah. Keputusan operasional tersebut nantinya akan ditetapkan mel…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Jessy Serianda Editor: Redaksi 📍 Nasional Tuesday, 14 July 2026 📖 2 menit
Bulog Targetkan 'Beras Kita' Langsung Dipasarkan Sepekan Setelah Rakortas Pemerintah
Badan usaha milik negara tersebut tengah mematangkan skema peluncuran merek dagang baru 'Beras Kita' yang ditargetkan mulai didistribusikan sepekan pasca-pelaksanaan rapat koordinasi terbatas bersama pemerintah./Foto: Setdukab/Oji.

FAKTANASIONAL.NET – Perum Bulog menargetkan produk pangan baru bermerek "Beras Kita" dapat langsung dipasarkan paling cepat satu minggu setelah memperoleh persetujuan resmi dari pemerintah.

Keputusan operasional tersebut nantinya akan ditetapkan melalui rapat koordinasi terbatas (rakortas) yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menjelaskan bahwa percepatan pembahasan di tingkat teknis sengaja dilakukan agar implementasi program di lapangan tidak tertunda begitu regulasi resmi diterbitkan.

"Kami nunggu nanti kebijakan dari rakortas. Begitu diputuskan di rakortas, kalau bisa seminggu kemudian langsung bisa operasional," ujar Rizal dalam konferensi pers di Kantor Pusat Bulog, Jakarta Selatan, Senin (13/7/2026).

Menurut Rizal, pihaknya saat ini tengah bersiap menghadiri agenda rakortas yang direncanakan berlangsung pada Jumat (17/7/2026) mendatang.

"Belum, nanti (rakortas) hari Jumat rencananya," tambahnya.

Baca Juga: Capai 77 Persen Target Pengadaan Beras, Tata Kelola Keuangan Bulog Dapat Apresiasi Tinggi dari BPK

Gandeng Perpadi Sejak Dini

Sebelum dibahas di tingkat kementerian, konsep peluncuran "Beras Kita" ini telah dipresentasikan kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

Selain itu, Bulog juga secara aktif menggandeng Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi) guna mematangkan kesiapan teknis sejak awal.

"Jadi tidak baru setelah diputuskan rakortas kami baru mau diskusi. Bukan. Tapi diawali diskusi dulu dengan teman-teman Perpadi, dengan pengusaha-pengusaha. Begitu putusan rakortas keluar, langsung bisa dieksekusi," jelas Rizal.

Pada tahap awal, Bulog menyiapkan sekitar 2 juta ton cadangan beras pemerintah (CBP).

Cadangan pangan tersebut nantinya akan diolah kembali melalui proses rice to rice untuk meningkatkan kualitasnya menjadi beras premium sebelum dikemas dengan merek Beras Kita.

Kendati demikian, Rizal memastikan bahwa kehadiran produk baru ini tidak akan menghapus atau menggantikan keberadaan produk beras komersial milik Bulog yang sudah beredar di pasar, seperti merek Befood.

Pemilihan nama "Beras Kita" sendiri ditujukan untuk memudahkan pendekatan merek kepada masyarakat luas, serupa dengan produk pangan pemerintah lainnya seperti Minyakita dan Gula Manis Kita.

"Tetap berjalan seperti biasanya saja, tidak ada perubahan. Cuma Beras Kita ini tujuannya untuk lebih mem-familiarkan, supaya lebih mudah diterima masyarakat. Berasnya pemerintah, berasnya rakyat, maksudnya seperti itu," ucapnya.

Matangkan Skema Distribusi dan Pengolahan

Saat ini, Bulog bersama Perpadi tengah menyusun rincian skema pelaksanaan program, yang meliputi mekanisme penyaluran, proses penggilingan, hingga pemanfaatan hasil samping dari pengolahan komoditas tersebut.

"Nanti kita akan buat rapat teknis minggu-minggu ini terkait skemanya seperti apa, teknis penggilingannya seperti apa, hasil sampingnya juga nanti seperti apa. Itu akan didiskusikan bersama teman-teman Perpadi," kata Rizal.

Sebagai informasi, program ini berawal dari usulan Bulog untuk mengubah identitas kemasan beras program Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) menjadi Beras Kita.

Meskipun nama merek berubah, tulisan penanda program SPHP tetap akan dicantumkan pada kemasan dengan ukuran yang lebih kecil.

Untuk tahap awal, Beras Kita direncanakan hadir dalam kemasan ukuran 5 kilogram, sementara kepastian harga jualnya masih menunggu hasil keputusan bersama dalam rakortas mendatang.

Baca Juga: Bulog Kalteng Borong 9.288 Ton Beras, Tembus 93% Target 2025


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK