Bumerang Kritik Deddy Sitorus: Saat Tito Karnavian Mengembalikan Bola ke PDIP
POLITISI DPR memang tak mudah untuk mengkritik, kalau tak benar-benar bersih. Semakin keras kritikannya semakin keras pula baliknya kepada dirinya. Itulah yang dialami Deddy Sitorus, anggota Komisi II DPR, saat mengkritik Mendagri Tito Karnavian, te…
Dengarkan Ringkasan
POLITISI DPR memang tak mudah untuk mengkritik, kalau tak benar-benar bersih. Semakin keras kritikannya semakin keras pula baliknya kepada dirinya. Itulah yang dialami Deddy Sitorus, anggota Komisi II DPR, saat mengkritik Mendagri Tito Karnavian, terkait peristiwa yang mendapat perhatian publik di berbagai daerah, belakangan.
Misalnya, hilangnya nyawa seorang pencuri ayam yang dikeroyok massa, yang meninggalkan istri dan anaknya, yang menjerit memanggil bapaknya saat dikebumikan. Deddy Sitorus mengistilahkan maling ayam hilang nyama, tapi maling ratusan miliar tak bisa diapa-apakan. Ini memang ironi. Tapi saat disuarakan seorang politisi seperti ada maunya.
Mendagri Tito Karnavian langsung membalikkan kepada Deddy Sitorus, adanya tanggung jawab kepala daerah, terkait apa pun peristiwa yang terjadi di daerah itu. Baik sebelum peristiwa terjadi, saat terjadi, maupun setelah peristiwa terjadi. Simpati tak cukup ditujukan hanya setelah peristiwa terjadi. Tapi juga sebelum dan saat peristiwa itu terjadi.
Bahkan, Mendagri Tito Karnavian itu menyentil partai politik dari kepala daerah itu sendiri. Kepala daerahnya saja tak cukup, tapi juga harusnya partai politik tempat kepala daerah itu digembleng. Dan kebetulan kepala daerah di Tabanan Bali itu adalah berasal dari PDIP pula. Kepala daerah membawahi Kapolda, Kajati, dan TNI yang berada di daerah itu.
Deddy Sitorus sampai memotong pembicaraan Mendagri Tito Karnavian, karena tak kuat mendengarkan presentasinya itu. Itu seperti bumerang yang dilempar, lalu kembali pada orang yang melemparkannya sejak awal.
Penulis: Erizal, Direktur ABC Riset dan Consulting.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.