Fakta Nasional

Buntut Pernyataan HAARP, Ulta Levenia Nababan Didepak dari Tenaga Ahli KSP

FAKTANASIONAL.NET — Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman menegaskan Ulta Levenia Nababan sudah tidak lagi menjabat sebagai Tenaga Ahli Utama di Kantor Staf Presiden (KSP). Penegasan tersebut disampaikan Dudung menyus…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Mutia Seliana Editor: Redaksi 📍 Nasional Friday, 11 September 2026 📖 2 menit
Buntut Pernyataan HAARP, Ulta Levenia Nababan Didepak dari Tenaga Ahli KSP
Ulta Levenia Nababan dideapk dari tenaga ahli Kantor Staf Presiden/Dok. Ist.
) -->

FAKTANASIONAL.NET — Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman menegaskan Ulta Levenia Nababan sudah tidak lagi menjabat sebagai Tenaga Ahli Utama di Kantor Staf Presiden (KSP).

Penegasan tersebut disampaikan Dudung menyusul pernyataan Ulta yang sebelumnya memicu kontroversi terkait dugaan keterkaitan sejumlah fenomena alam dengan pihak tertentu, termasuk proyek High-frequency Active Auroral Research Program (HAARP).

Dudung menjelaskan, Ulta memang pernah menjadi Tenaga Ahli Utama di KSP. Namun, saat ini yang bersangkutan telah berpindah tugas dan tidak lagi berada di bawah KSP.

“Ulta sudah bukan di KSP lagi. Dulu dia di staf KSP sebagai tenaga ahli utama, tetapi sekarang sudah tidak. Dia sekarang salah satu deputi di Bakom,” kata Dudung dalam keterangannya, Kamis (10/9/2026).

Karena itu, Dudung menegaskan pernyataan Ulta mengenai fenomena alam dan dugaan keterlibatan pihak luar tidak dapat dikaitkan dengan sikap maupun posisi resmi KSP.

Menurut Dudung, tidak terdapat indikasi yang menunjukkan adanya keterlibatan pihak luar dalam berbagai fenomena alam yang terjadi di Indonesia belakangan ini.

“Menurut saya, tidak dikaitkan dengan apalagi kepentingan dengan pihak luar dan sebagainya,” tegasnya.

Dudung Sebut Fenomena Alam sebagai Dinamika Alam

Dudung menilai berbagai bencana maupun fenomena alam yang terjadi merupakan bagian dari dinamika alam yang memang dapat terjadi.

Ia mengatakan perkembangan fenomena tersebut juga terus dipelajari dan dipantau oleh para ahli di bidangnya.

“Kalau masalah bencana alam, kalau menurut saya itu dinamika alam lah ya, dan para ahli juga sudah mempelajari, kemudian melihat perkembangan saat ini,” kata Dudung.

Ia menambahkan bahwa sebagai manusia, dirinya meyakini berbagai dinamika alam tersebut berada dalam kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa.

“Tentunya, saya punya keyakinan bahwa ini kan kehendak Yang Kuasa, artinya memang dinamika alam sudah seperti ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dudung kembali menegaskan bahwa Ulta tidak lagi menjadi bagian dari KSP. Dengan demikian, pernyataan yang disampaikan Ulta sebelumnya tidak mewakili sikap atau pandangan resmi Kantor Staf Presiden.

“Jadi, bukan anggota saya lagi itu,” kata Dudung.

Klarifikasi tersebut sekaligus menegaskan posisi KSP bahwa pernyataan Ulta terkait fenomena alam dan HAARP merupakan pernyataan pribadi dan tidak merepresentasikan sikap resmi lembaga kepresidenan tersebut.[mut]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK