Buntut Polemik Restoran Bibi Kelinci, Zendhy Kusuma Sampaikan Permohonan Maaf dan Curhat Soal Cyberbullying
FAKTANASIONAL.NET – Setelah sempat viral dan menjadi sorotan di Komisi III DPR RI, Zendhy Kusuma akhirnya menyampaikan pernyataan terbuka terkait perselisihan hukum antara dirinya dengan restoran "Bibi Kelinci". Peristiwa yang bermula dari kekecewaa…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET – Setelah sempat viral dan menjadi sorotan di Komisi III DPR RI, Zendhy Kusuma akhirnya menyampaikan pernyataan terbuka terkait perselisihan hukum antara dirinya dengan restoran "Bibi Kelinci".
Peristiwa yang bermula dari kekecewaan pelayanan di restoran pada September 2025 tersebut kini dinyatakan berakhir melalui jalur mediasi.
Zendhy mengakui bahwa insiden tersebut berawal dari situasi tidak nyaman saat ia dan keluarganya menunggu pesanan dalam waktu lama.
“Saya menyadari bahwa dalam situasi tersebut kami tentu tidak sempurna. Dalam kondisi lapar dan emosi, mungkin ada sikap kami yang seharusnya bisa disampaikan dengan cara yang lebih baik. Untuk itu saya kembali menyampaikan permohonan maaf,” kata Zendhy dalam pernyataan tertulisnya, Rabu (11/3/2026).
Dari Meja Makan ke Ranah Hukum
Baca Juga: Komisi III DPR Sahkan Mediasi Kasus Selebgram Nabilah O’Brien dan PelangganPersoalan yang semula merupakan komplain konsumen biasa ini berkembang menjadi serius setelah masuk ke ranah hukum.
Zendhy mengungkapkan bahwa dirinya sempat dilaporkan ke pihak kepolisian dengan tuduhan yang cukup berat.
“Situasi ini tentu membuat kami semua bersedih. Hal yang awalnya sederhana menjadi sangat sulit bagi semua pihak,” ujarnya.
Zendhy menjelaskan bahwa ia sempat menghadapi tuduhan pencurian dengan pemberatan dan harus menjalani serangkaian pemeriksaan.
Ia pun mengakui sempat menempuh langkah hukum balik, yang membuat perkara ini semakin melebar di kepolisian.
Tekanan Media Sosial dan Cyberbullying
Selain menghadapi proses hukum, Zendhy membeberkan dampak psikologis besar yang menimpa keluarganya akibat opini publik di ruang digital.
Ia menyoroti betapa cepatnya satu peristiwa kecil bertransformasi menjadi gelombang penghakiman massa.
"Selama beberapa bulan terakhir kami dan keluarga mengalami cyberbullying yang sangat besar. Banyak komentar, tuduhan, bahkan penyebaran informasi pribadi yang terjadi," tuturnya.
"Saya tidak ingin menyalahkan siapa pun, tetapi pengalaman ini membuat kami memahami betapa kuatnya dampak media sosial terhadap kehidupan seseorang," sambungnya.
Sepakat Damai Lewat Mediasi
Kabar baiknya, Zendhy memastikan bahwa perselisihan ini telah mencapai titik temu melalui proses mediasi yang difasilitasi oleh kepolisian.
Ia berharap kejadian ini menjadi pembelajaran bagi semua pihak, baik bagi konsumen maupun pelaku usaha.
“Saya belajar menjadi konsumen yang lebih baik. Teman-teman yang menjalankan usaha juga tentu belajar menjadi pelaku usaha yang lebih baik. Dan kita semua belajar menjadi warga negara yang lebih dewasa di tengah kehidupan yang sangat dipengaruhi media sosial,” ungkapnya.
Menutup pernyataannya, Zendhy meminta publik untuk menghormati hasil mediasi tersebut agar semua pihak bisa kembali beraktivitas dengan tenang.
“Yang paling penting bagi saya sekarang adalah persoalan ini sudah selesai melalui mediasi. Mari kita sama-sama menghormati proses itu dan melanjutkan hidup dengan lebih tenang dan lebih bijak,” pungkas Zendhy.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.