Fakta Nasional

Buron Interpol Perekrut WNI ke Kamboja Ditangkap di Bandara Soetta, Polri Bidik Jaringan TPPO hingga Tuntas

FAKTANASIONAL.NET - Polri berhasil menangkap buronan internasional berstatus Interpol Red Notice, Leny Agustya, yang diduga menjadi aktor utama dalam jaringan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dengan modus pengiriman pekerja migran ilegal asal…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Thursday, 30 July 2026 📖 1 menit
Buron Interpol Perekrut WNI ke Kamboja Ditangkap di Bandara Soetta, Polri Bidik Jaringan TPPO hingga Tuntas
Buron Interpol Perekrut WNI ke Kamboja Ditangkap di Bandara Soetta, Polri Bidik Jaringan TPPO hingga Tuntas/(Ilustrasi)
) -->

FAKTANASIONAL.NET - Polri berhasil menangkap buronan internasional berstatus Interpol Red Notice, Leny Agustya, yang diduga menjadi aktor utama dalam jaringan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dengan modus pengiriman pekerja migran ilegal asal Indonesia ke Kamboja.

Penangkapan dilakukan sesaat setelah tersangka tiba di Terminal 3 Kedatangan Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Rabu (29/7/2026) malam.

Menurut keterangan Brigjen Pol Untung Widyatmoko selaku Sekretaris NCB Interpol Indonesia yang dikutip dari detikNews, Kamis (30/7/2026), operasi tersebut melibatkan Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri, Satreskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta, Imigrasi, serta Aviation Security (Avsec) Bandara Soekarno-Hatta.

"Untuk penanganan perkara dilakukan oleh Polresta Bandara Soekarno-Hatta," ujar Brigjen Untung.

Kasus ini bermula ketika aparat menggagalkan keberangkatan dua warga negara Indonesia di Bandara Soekarno-Hatta pada 17 Januari 2026.

Kedua korban diduga akan diberangkatkan ke Kamboja untuk bekerja secara ilegal sebagai operator judi online.

Hasil penyelidikan mengungkap bahwa Leny diduga menjadi koordinator perekrutan melalui grup WhatsApp bernama "Holiyay" dan "Liburaaannn", yang dijalankan menggunakan akun "Jastip by Alana".

Para korban dibimbing agar mengaku hanya berwisata ke Malaysia selama empat hari guna menghindari pemeriksaan petugas.

Berdasarkan hasil penyidikan, tersangka menyiapkan seluruh dokumen perjalanan, mulai dari tiket Jakarta–Kuala Lumpur, reservasi hotel Summer Suites KLCC, hingga tiket pulang Kuala Lumpur–Bali.

Namun, secara bersamaan korban juga dibelikan tiket Cambodia Airways rute Kuala Lumpur–Phnom Penh pada tanggal yang sama dan diminta merahasiakannya dari petugas bandara.

Brigjen Untung, dikutip dari detikNews, menegaskan bahwa penangkapan Leny menunjukkan komitmen penuh Polri dalam membongkar jaringan TPPO hingga ke akar-akarnya.

Ia menegaskan negara tidak akan memberi toleransi terhadap sindikat yang mengeksploitasi warga Indonesia demi keuntungan kejahatan lintas negara.

Penyidik juga mengungkap adanya dugaan upaya penyuapan untuk meloloskan para korban.

Namun, rencana tersebut berhasil digagalkan oleh personel Polresta Bandara Soekarno-Hatta yang turut mengamankan dua pengawal bayaran yang diduga terlibat dalam proses penyelundupan.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK