Buruh Tuntut UMP Rp 6 Juta: Suara Rakyat di Tengah Inflasi Jakarta
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Puluhan ribu buruh turun ke jalanan Jakarta dan Bandung untuk menyuarakan ketidakpuasan terhadap penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2026. Meskipun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengumumkan kenaikan sebesar 6,1…
Dengarkan Ringkasan
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Puluhan ribu buruh turun ke jalanan Jakarta dan Bandung untuk menyuarakan ketidakpuasan terhadap penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2026.
Meskipun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengumumkan kenaikan sebesar 6,17 persen menjadi Rp 5,7 juta, para buruh menilai angka tersebut masih jauh dari kata layak mengingat lonjakan harga kebutuhan pokok, dilansir pada 30 Desember 2025.
Perwakilan buruh menegaskan bahwa angka Rp 6 juta bukanlah permintaan yang berlebihan, melainkan standar untuk memenuhi Kebutuhan Hidup Layak (KHL).
Mereka merasa skema perhitungan upah saat ini sering kali memangkas variabel kebutuhan riil masyarakat kecil. Bagi buruh, kenaikan upah yang ada saat ini habis tertelan oleh tingginya biaya sewa tempat tinggal dan transportasi.
Aksi yang berlangsung di kawasan Monas dan Gedung Sate ini dijaga ketat oleh ribuan personel kepolisian. Meskipun sempat terjadi ketegangan akibat penyitaan alat pengeras suara oleh petugas, demonstrasi tetap berjalan tanpa aksi anarkis.
Para buruh berharap pemerintah tidak hanya mementingkan aspek makroekonomi, tetapi juga memperhatikan daya beli nyata masyarakat pekerja.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.