Fakta Nasional

Cak Imin Tanggapi Santai Kelakar Presiden Prabowo Soal Pengawasan PKB

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Suasana hangat mewarnai retret di Hambalang saat Presiden Prabowo Subianto memberikan taklimat kepada ketua umum partai koalisi. Dalam momen tersebut, Presiden sempat melontarkan candaan bahwa Partai Kebangkitan Bangsa (…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Thursday, 08 January 2026 📖 1 menit
Cak Imin Tanggapi Santai Kelakar Presiden Prabowo Soal Pengawasan PKB
Langkah Strategis Pemerintah dalam Meningkatkan Pemberdayaan Masyarakat/(instagram/@cakiminow)
) -->

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Suasana hangat mewarnai retret di Hambalang saat Presiden Prabowo Subianto memberikan taklimat kepada ketua umum partai koalisi.

Dalam momen tersebut, Presiden sempat melontarkan candaan bahwa Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) harus terus diawasi, dilansir pada 7 Januari 2026.

Ucapan spontan tersebut langsung menarik perhatian media dan para peserta yang hadir di lokasi.

Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin, menanggapi hal tersebut dengan santai. Menurutnya, ucapan Presiden Prabowo hanyalah sebuah "gojlokan" atau candaan biasa yang sering terjadi dalam interaksi mereka.

Cak Imin menegaskan bahwa hubungan dalam koalisi tetap solid dan tidak ada ketegangan politik di balik pernyataan tersebut.

Kelakar itu muncul saat Presiden Prabowo melakukan absensi terhadap para pimpinan partai yang hadir dalam acara tersebut. Saat menyebutkan nama PKB, Presiden berseloroh tentang perlunya pengawasan terhadap partai tersebut yang kemudian disambut tawa.

Bagi Cak Imin, gaya komunikasi yang santai seperti itu menunjukkan kedekatan personal antara dirinya dengan sang Presiden di tengah agenda kenegaraan yang serius.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK