Cegah Gajah Keluar Kawasan Konservasi, Komite Mitigasi Adopsi Pagar Lebah dari Afrika
FAKTANASIONAL.NET - Komite Gabungan Mitigasi dan Penanganan Interaksi Negatif Gajah Sumatra Taman Nasional Way Kambas (TNWK) Lampung, mengembangkan program strategis berupa pembangunan pagar sarang lebah di batas kawasan konservasi. Ketua Komite Gab…
Dengarkan Ringkasan
Ketua Komite Gabungan Mitigasi dan Penanganan Interaksi Negatif Gajah Sumatra TNWK, Brigjen TNI Sriyanto menjelaskan, program strategis pembangunan pagar sarang lebah tersebut tidak hanya berfungsi menghalau gajah melainkan juga mendongkrak ekonomi warga melalui potensi budidaya lebah Apis cerana.
Dia melanjutkan konflik antara manusia dan gajah tersebut merupakan masalah kompleks yang dipicu oleh krisis keanekaragaman hayati serta dinamika kepentingan pembangunan sehingga membutuhkan solusi terpadu. Untuk mengatasi hal tersebut, lanjut dia, diperlukan solusi terpadu seperti menciptakan kawasan satwa liar, memanfaatkan teknologi, dan mendorong upaya konservasi berbasis komunitas.
"Pagar sarang lebah sendiri merupakan salah satu solusi berbasis alam yang telah diujicoba di Afrika untuk mencegah gajah keluar dari kawasan konservasi. Suara dengungan dan sengatan lebah akan membuat gajah merasa takut dan menjauh, namun tidak membahayakan gajah," kata dia.
"Kebutuhan madu di Indonesia terus naik 10-15 persen per tahun. Data Kemenkes Tahun 2024, konsumsi madu kita baru 220 gram/kapita/tahun, padahal impor madu masih >60 persen dari total kebutuhan," katanya.
"Satu koloni Apis cerana bisa hasilkan 5-8 kilogram madu per tahun dengan harga Rp150 ribu. Maka 10 koloni bisa jadi tambahan penghasilan Rp7,5 juta - Rp15 juta per tahun. Ini potensi besar untuk UMKM dan ekonomi keluarga di Bandarlampung. Selain mendatangkan pendapatan finansial bagi UMKM lokal, program ini juga memperkuat sektor ekologi dan pertanian warga. Berdasarkan data FAO Tahun 2023, sebanyak 75 persen tanaman pangan sangat bergantung pada proses penyerbukan oleh lebah," terangnya.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.