Fakta Nasional

Cegah Hoaks dan Perang Kognitif, Kemhan-Komdigi Perkuat Bela Negara Lewat Literasi Digital

FAKTANASIONAL.NET - Ancaman terhadap kedaulatan negara kini tidak lagi terbatas pada serangan militer fisik, melainkan telah merambah ke ruang siber dan perang informasi. Menghadapi dinamika tersebut, Kementerian Pertahanan (Kemhan) melalui Badan Ca…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Jessy Serianda Editor: Redaksi 📍 Nasional Friday, 07 August 2026 📖 2 menit
Cegah Hoaks dan Perang Kognitif, Kemhan-Komdigi Perkuat Bela Negara Lewat Literasi Digital
Pertemuan ini membahas integrasi literasi digital ke dalam Program Bela Negara untuk memitigasi ancaman hoaks dan perang kognitif./Dok. Kemhan
) -->

FAKTANASIONAL.NET - Ancaman terhadap kedaulatan negara kini tidak lagi terbatas pada serangan militer fisik, melainkan telah merambah ke ruang siber dan perang informasi.

Menghadapi dinamika tersebut, Kementerian Pertahanan (Kemhan) melalui Badan Cadangan Nasional (Bacadnas) bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersepakat memperkuat literasi digital masyarakat melalui Program Bela Negara.

Sinergi strategis tersebut dimatangkan dalam pertemuan audiensi di Kantor Komdigi, Jakarta, pada Kamis (6/8/2026).

Langkah ini diambil guna memagari publik dari paparan informasi bohong serta membentuk ketahanan bangsa di era transformasi digital.

Kepala Badan Cadangan Nasional (Kabacadnas) Kemhan, Letjen TNI Gabriel Lema, memaparkan fokus kolaborasi kedua instansi yang meliputi pengayaan materi literasi digital dalam kurikulum Bela Negara hingga optimalisasi media digital melalui produksi konten edukatif.

Inisiatif ini disambut baik oleh Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Viada Hafid. Ia menekankan pentingnya peningkatan kapasitas dan kecakapan digital masyarakat dalam menyaring arus informasi.

Baca Juga: Pastikan Putusan MK Sisa Kuota Internet Efektif, Fahira Idris Dorong Komdigi dan Operator Terapkan 8 Langkah Strategis

"Literasi digital merupakan kebutuhan penting untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menghadapi hoaks, misinformasi, dan disinformasi," ujar Meutya Hafid.

Dampak ancaman siber yang kian kompleks juga digarisbawahi oleh Wakil Menteri Komdigi (Wamenkomdigi), Nezar Patria.

Menurutnya, serangan di ruang digital kini menargetkan pola pikir masyarakat secara masif.

"Ancaman terhadap bangsa kini tidak hanya bersifat konvensional, tetapi juga berkembang melalui ruang informasi dan cognitive warfare yang dapat memengaruhi pola pikir masyarakat," tegas Nezar Patria.

Sementara itu, Direktur Jenderal Potensi Pertahanan (Dirjen Pothan) Kemhan, Laksda TNI Sri Yanto, mengaitkan penguatan literasi digital ini dengan amanat konstitusi terkait pertahanan negara.

"Pertahanan negara merupakan tanggung jawab seluruh warga negara sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 30 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, sehingga penguatan kesadaran bela negara perlu terus dilakukan melalui berbagai pendekatan, termasuk literasi digital," ungkap Laksda TNI Sri Yanto.

Melalui kemitraan ini, Kemhan dan Komdigi berkomitmen membangun ruang digital Indonesia yang aman, edukatif, dan tangguh dari penetrasi ancaman asing mapun destabilisasi internal.

Turut hadir dalam audiensi tersebut Kepala Pusat Bela Negara Bacadnas Kemhan RI Brigjen TNI Parluhutan Marpaung, Kepala Pusat Komponen Cadangan Bacadnas Kemhan RI Brigjen TNI Hengki Yuda, beserta jajaran pejabat Eselon III Kemhan.

Baca Juga: 5 Orang Tewas Usai Ikut Latsarmil, Kemhan Sebut Telah Ditangani di RS Sesuai Prosedur


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK