China Desak PBB Tinjau Ulang Penarikan Pasukan Perdamaian di Lebanon
FAKTANASIONAL.NET – Pemerintah China secara resmi meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mengevaluasi kembali rencana penghentian misi penjaga perdamaian di Lebanon (UNIFIL). Beijing menilai kondisi keamanan di lapangan saat ini masih jauh d…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET – Pemerintah China secara resmi meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mengevaluasi kembali rencana penghentian misi penjaga perdamaian di Lebanon (UNIFIL).
Beijing menilai kondisi keamanan di lapangan saat ini masih jauh dari kata stabil untuk membiarkan wilayah tersebut tanpa pengawasan internasional.
Duta Besar China untuk PBB, Fu Cong, menegaskan bahwa meskipun intensitas konflik tampak menurun, stabilitas yang sesungguhnya belum tercipta. Ia menyoroti bahwa gencatan senjata permanen masih menjadi angan-angan di tengah serangan yang terus membayangi warga sipil.
“Israel berkewajiban untuk menghentikan pemboman Lebanon ini,” ujar Fu pada Jumat (1/5/2026), dikutip dari Reuters.
Rencana Penarikan di Tengah Eskalasi
Sebelumnya, Dewan Keamanan PBB telah mencapai kesepakatan bulat untuk mulai menarik pasukan UNIFIL pada akhir 2026. Namun, dinamika di perbatasan selatan Lebanon berubah drastis sejak Maret lalu.
Eskalasi pecah ketika kelompok Hezbollah meluncurkan serangan ke Israel sebagai bentuk solidaritas terhadap Iran, yang kemudian memicu operasi militer besar-besaran dari pihak Israel.
Operasi udara dan darat tersebut dilaporkan telah melumpuhkan infrastruktur di Lebanon selatan dan merenggut lebih dari 2.500 nyawa.
Israel berkukuh bahwa tindakan militer mereka adalah langkah defensif untuk menetralisir ancaman Hezbollah.
Masa Depan Resolusi 1701
Fu Cong mengungkapkan bahwa dirinya telah menjalin komunikasi intensif dengan Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres.
Fokus utamanya adalah kemungkinan peninjauan kembali implementasi Resolusi 1701—mandat yang mengakhiri perang besar tahun 2006 namun kini dianggap sulit ditegakkan tanpa kehadiran fisik pasukan PBB.
Fu mengklaim bahwa mayoritas anggota Dewan Keamanan sepakat bahwa saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk mengurangi peran UNIFIL.
Pandangan ini sejalan dengan pernyataan Kepala Operasi Penjaga Perdamaian PBB, Jean-Pierre Lacroix, yang mengisyaratkan bahwa kehadiran PBB di Lebanon tetap krusial, bahkan jika bentuk mandatnya harus mengalami penyesuaian di masa depan.
Hingga berita ini diturunkan, perwakilan Israel di PBB belum memberikan tanggapan resmi terkait desakan China maupun wacana peninjauan ulang status UNIFIL tersebut.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.