Ciptakan Inovasi Masa Depan, Kemenperin Kebut Regenerasi Perajin di Hari Batik Nasional
FAKTANASIONAL.NET – Kementrian Perindutrian (Kemenperin) bersama YBI menggelar puncak Hari Batik Nasional 2026 bertema "Batik Berlayar" di Dermaga Taman Prestasi, Surabaya, Jumat (2/10/2026), guna memacu IKM menembus pasar internasional. Pelaksanaan…
volume_up
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET – Kementrian Perindutrian (Kemenperin) bersama YBI menggelar puncak Hari Batik Nasional 2026 bertema "Batik Berlayar" di Dermaga Taman Prestasi, Surabaya, Jumat (2/10/2026), guna memacu IKM menembus pasar internasional.
Pelaksanaan selebrasi ini merefleksikan komitmen bersama dalam menjawab tantangan zaman melalui pelibatan aktif generasi penerus bangsa. Langkah strategis berupa digitalisasi serta penguatan hilirisasi produk kriya tradisional terus digenjot demi memastikan roda perekonomian para perajin di berbagai daerah tetap berputar secara berkelanjutan
Maksimalkan Peran Generasi Muda dan Adaptasi Teknologi
Dalam rangkaian acara tersebut, Kemenperin menggarisbawahi urgensi transfer keahlian membatik kepada anak muda agar warisan seni budaya ini tidak tergilas zaman. Pengoptimalan platform digital serta riset tren pasar yang dinamis dinilai menjadi instrumen vital agar daya saing ekspor kain tradisional Indonesia tetap unggul dari gempuran produk tiruan luar negeri.
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menyampaikan bahwa transformasi pada sektor industri kreatif berbasis budaya sangat bergantung pada anak muda yang adaptif terhadap ekosistem teknologi terkini.
"Melalui forum ini, generasi muda diharapkan semakin memahami perkembangan dan tantangan sektor industri sekaligus mengambil peran aktif melalui kreativitas, inovasi, serta pemanfaatan teknologi untuk mendukung kemajuan industri nasional. Kita harus menjawab tantangan industri masa depan melalui kebijakan, inovasi, dan aksi Gen-Z," pungkas Agus Gumiwang Kartasasmita saat memaparkan materi kuliah umum HBN 2026 di Surabaya.
Lewat kolaborasi terintegrasi yang ditunjukkan dalam momentum HBN 2026, kekayaan corak Nusantara khususnya keunikan motif dari Jawa Timur diharapkan mampu menjelma menjadi penopang ekonomi makro yang tangguh. Penataan ekosistem ini diproyeksikan dapat memperluas lapangan kerja baru di berbagai sentra pengrajin daerah secara jangka panjang.
Halaman:
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.