Fakta Nasional

Cuaca Ekstrem Melanda Indonesia, Wakil Ketua Komisi V DPR Desak Penguatan Infrastruktur Mitigasi Bencana

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Seiring meningkatnya intensitas cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia, Wakil Ketua Komisi V DPR RI Andi Iwan Darmawan Aras meminta pemerintah memperkuat infrastruktur mitigasi bencana guna melindungi k…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Zul Jamba Editor: Redaksi 📍 Nasional Friday, 13 December 2024 📖 2 menit
Cuaca Ekstrem Melanda Indonesia, Wakil Ketua Komisi V DPR Desak Penguatan Infrastruktur Mitigasi Bencana
Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras/dnl.
) -->

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET -Seiring meningkatnya intensitas cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia, Wakil Ketua Komisi V DPR RI Andi Iwan Darmawan Aras meminta pemerintah memperkuat infrastruktur mitigasi bencana guna melindungi keselamatan masyarakat.

"Kondisi alam belakangan ini semakin tidak menentu, sehingga negara dituntut lebih responsif dalam menghadapi potensi bencana alam. Selain upaya mitigasi, antisipasi dari sisi infrastruktur kebencanaan juga sangat diperlukan," kata Andi Iwan Darmawan Aras dalam keterangannya yang dikutip, Kamis (1/12/2024).

Iwan menekankan pentingnya infrastruktur yang tahan bencana, seperti bangunan vital, fasilitas umum, sistem transportasi, telekomunikasi, dan tenaga listrik, untuk meminimalkan dampak kerusakan akibat bencana alam.

"Pemerintah harus memprioritaskan kebutuhan dan keamanan masyarakat agar mereka merasa aman dan nyaman saat menghadapi bencana," ungkapnya.

Ia juga meminta koordinasi lebih intensif antara Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI/Polri, Basarnas, dan pihak-pihak terkait lainnya.

“Koordinasi yang baik dapat mengurangi risiko dan memastikan keselamatan masyarakat Indonesia,” imbuh Iwan.

Cuaca ekstrem baru-baru ini telah menyebabkan bencana di berbagai daerah. Di Sukabumi, banjir, tanah longsor, dan pergeseran tanah merusak rumah warga serta fasilitas umum. Di Bali, badai puting beliung mengakibatkan dua warga negara asing meninggal dunia di kawasan wisata Monkey Forest, Ubud, dan merusak rumah warga di sekitarnya.

“Pasca-bencana di Sukabumi, kementerian atau lembaga terkait harus segera melakukan rehabilitasi untuk rumah warga dan fasilitas umum agar masyarakat bisa kembali beraktivitas,” ujar Iwan.

Iwan menilai pentingnya pemantauan yang lebih baik melalui sistem peringatan dini bencana oleh BMKG.

"BMKG harus memberikan informasi yang akurat dan tepat waktu, serta memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan peringatan dini agar masyarakat dapat mempersiapkan diri,” katanya.

Ia juga meminta Badan SAR Nasional (Basarnas) meningkatkan kapasitas personel, peralatan, dan logistik untuk mempercepat respons dan membantu evakuasi warga terdampak bencana.

Menjelang Natal 2024 dan libur Tahun Baru 2025, Iwan mengingatkan bahwa cuaca ekstrem dapat mengganggu transportasi udara, darat, dan laut. Ia meminta langkah antisipatif, termasuk penutupan jalur transportasi yang berisiko tinggi dan penanganan darurat yang melibatkan BMKG dan Basarnas.

“Hambatan akibat cuaca ekstrem, seperti banjir di jalur tol, harus segera ditangani agar tidak mengganggu kenyamanan masyarakat,” tegasnya.

Legislator dari Sulawesi Selatan II itu menegaskan, langkah cepat dan koordinasi yang baik antarinstansi sangat penting untuk menghadapi ancaman bencana. “Saatnya untuk meningkatkan upaya bersama demi Indonesia yang lebih aman dan siap menghadapi tantangan cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi,” tutup Iwan Aras.[dnl]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK