Fakta Nasional

Dana Mengendap Pemda 2026 Diprediksi Susut Tajam, Kemendagri Ungkap Fakta Mengejutkan!

FAKTANASIONAL.NET - Masyarakat kerap mempertanyakan ke mana larinya anggaran daerah setiap tahun. Kabar baiknya, tren dana pemerintah daerah (pemda) yang "tidur" di perbankan diproyeksikan menyusut signifikan sepanjang tahun 2026. Hal ini sejalan de…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Wednesday, 13 May 2026 📖 2 menit
Dana Mengendap Pemda 2026 Diprediksi Susut Tajam, Kemendagri Ungkap Fakta Mengejutkan!
Dana Mengendap Pemda 2026 Diprediksi Susut Tajam, Kemendagri Ungkap Fakta Mengejutkan!/(Dok.Kemendagri)
) -->

FAKTANASIONAL.NET - Masyarakat kerap mempertanyakan ke mana larinya anggaran daerah setiap tahun. Kabar baiknya, tren dana pemerintah daerah (pemda) yang "tidur" di perbankan diproyeksikan menyusut signifikan sepanjang tahun 2026.

Hal ini sejalan dengan tren realisasi belanja yang makin agresif setiap bulannya. Melansir pemberitaan dari berbagai media nasional, Agus Fatoni selaku Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), mengonfirmasi kabar positif terkait penurunan tersebut.

Saat ditemui di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, pada Senin (11/5/2026), Agus menjelaskan bahwa istilah dana mengendap sebenarnya hanyalah alokasi kas yang belum sempat terpakai oleh daerah.

"Dana yang mengendap tadi tentu semakin berkurang. Sebenarnya mengendap ini karena belum digunakan saja," ungkapnya mengutip laporan sumber media terkait.

Demi menghindari penumpukan kas yang tak produktif, Kemendagri tidak tinggal diam. Mereka secara konsisten memacu seluruh pemda untuk menggenjot realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sejak awal tahun.

Agus merinci target ideal serapan anggaran yang wajib dicapai pada setiap kuartal. Idealnya, serapan menyentuh angka 20% pada kuartal pertama, kemudian melonjak ke 50% di kuartal kedua, mencapai 80% pada kuartal ketiga, hingga ditutup sempurna di level 100% pada penghujung kuartal keempat.

"Per triwulan itu kalau bisa di triwulan pertama 20%, triwulan kedua 50%, triwulan ketiga 80%, kemudian triwulan keempat mendekati 100% dan ini semakin baik," tegas Agus memberikan arahan strategisnya.

Optimisme pemerintah pusat bukan tanpa alasan yang kuat. Berdasarkan catatan Sistem Informasi Keuangan Daerah (SIKD), tren eksekusi anggaran sukses menunjukkan grafik menanjak. Realisasi pendapatan daerah telah menembus Rp225,69 triliun, atau setara 19,01% dari total pagu tahun 2026.

Di sisi lain, realisasi belanja daerah berhasil menyentuh Rp215,33 triliun, yang merepresentasikan 17,22% dari pagu.

Angka tersebut melesat tajam jika disandingkan dengan performa bulan sebelumnya, di mana pendapatan baru berada di level 16,32% dan belanja tertahan di angka 12,63%.

Akselerasi ini menjadi angin segar setelah sebelumnya Bank Indonesia menyoroti fenomena saldo pemda di perbankan yang menumpuk pesat hingga mencapai Rp315,57 triliun pada akhir September 2025. Kini, kas daerah perlahan mulai mengalir deras untuk memutar roda pembangunan dan ekonomi di pelosok negeri.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK