Fakta Nasional

Danantara Kebut 26 Proyek Hilirisasi Senilai Rp225 Triliun di Berbagai Wilayah

FAKTANASIONAL.NET – Badan Pengelola Investasi (BP) BUMN melalui Danantara tengah memacu pelaksanaan 26 proyek hilirisasi strategis di berbagai wilayah Indonesia. Program percepatan penumpukan nilai tambah komoditas domestik ini menelan akumulasi nil…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Jessy Serianda Editor: Redaksi 📍 Nasional Wednesday, 15 July 2026 📖 2 menit
Danantara Kebut 26 Proyek Hilirisasi Senilai Rp225 Triliun di Berbagai Wilayah
Chief Investment Officer Danantara Indonesia Pandu Patria Sjahrir (kiri) bersama Global CEO JBS Gilberto Tomazoni (kanan) usai pengumuman kemitraan investasi senilai 2,5 miliar Dolar AS di Jakarta, Jumat (7/8/2026)./Dok. infobanknews
) -->

FAKTANASIONAL.NET – Badan Pengelola Investasi (BP) BUMN melalui Danantara tengah memacu pelaksanaan 26 proyek hilirisasi strategis di berbagai wilayah Indonesia.

Program percepatan penumpukan nilai tambah komoditas domestik ini menelan akumulasi nilai investasi mencapai Rp225 triliun dan diproyeksikan mampu menyerap sedikitnya 37.833 tenaga kerja baru.

Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menjelaskan bahwa pengeksekusian puluhan proyek hilirisasi lintas sektor tersebut dibagi ke dalam dua tahapan pengerjaan utama sejak awal tahun ini.

"Pelaksanaan proyek dilakukan dalam dua fase. Fase I, yang dimulai melalui groundbreaking pada 6 Februari 2026, mencakup enam proyek prioritas di 13 lokasi dengan nilai investasi Rp109 triliun dan potensi penyerapan 11.456 tenaga kerja," kata Dony dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (14/7/2026).

Baca Juga: Danantara dan Lembaga Negara Perkuat Sinergi Streamlining BUMN

Pembagian Proyek dan Serapan Tenaga Kerja

Setelah pengerjaan tahap pertama berjalan, Danantara melanjutkan pelaksanaan Fase II yang ditandai dengan proses groundbreaking pada 29 April 2026 lalu.

Pada tahap kedua ini, terdapat 10 proyek prioritas yang tersebar di 13 lokasi dengan alokasi investasi menyentuh angka Rp116 triliun serta estimasi kebutuhan tenaga kerja hingga 26.377 orang.

Dony menegaskan bahwa integrasi industri dari hulu ke hilir ini tidak sekadar berorientasi pada pencapaian angka investasi di atas kertas, melainkan ditujukan untuk menciptakan dampak ekonomi turunan (multiplier effect) bagi daerah operasional.

“Tidak hanya menghasilkan investasi, hilirisasi ini juga menciptakan lapangan kerja, menggerakkan ekonomi daerah, dan membuat nilai tambahnya dinikmati di dalam negeri,” jelas Dony.

Cakupan Komoditas Sektor Tambang hingga Pangan

Secara terperinci, akumulasi 26 proyek strategis yang dikawal oleh Danantara tersebut mencakup diversifikasi pengolahan komoditas pada sejumlah sektor vital.

Pada klaster pertambangan dan mineral, investasi difokuskan untuk penyelesaian konstruksi smelter aluminium, baja nirkarat (stainless steel), serta pemurnian tembaga.

Sementara pada sektor energi terbarukan dan ketahanan pangan, proyek diarahkan pada pembangunan fasilitas produksi bioavtur, bioetanol, pabrik pengolahan kelapa sawit, optimalisasi industri kelapa, hingga penyediaan ekosistem peternakan ayam secara terintegrasi.

Langkah percepatan pengolahan bahan mentah di dalam negeri ini diharapkan mampu membangun kemandirian struktur industri nasional agar lebih kompetitif di pasar global, sekaligus memberikan kontribusi penerimaan negara yang berkelanjutan dalam jangka panjang.

Baca Juga: NPI Jauh Lebih Besar dari Ferronikel, DPR Ingatkan Skema Ekspor Satu pintu Danantara Harus Selektif


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK