Fakta Nasional

Dari Lorong Birokrasi Menuju Puncak Kepemimpinan: H. Shalahuddin, Bupati yang Tumbuh Bersama Barito Utara

FAKTA GROUP – Tidak semua pemimpin lahir dari panggung politik. Sebagian ditempa oleh waktu, dibentuk oleh pengabdian, dan diuji melalui kerja nyata yang panjang. Inilah sepenggal jejak perjalanan H. Shalahuddin, ST., MT., sosok birokrat profesional…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Yusvan Connery Editor: Redaksi 📍 Nasional Friday, 03 July 2026 📖 2 menit
Dari Lorong Birokrasi Menuju Puncak Kepemimpinan: H. Shalahuddin, Bupati yang Tumbuh Bersama Barito Utara
Bupati Kabupaten Barito Utara dan istri, H Shalahudin dan Hj Maya Savitri Shalahudin

FAKTA GROUP – Tidak semua pemimpin lahir dari panggung politik. Sebagian ditempa oleh waktu, dibentuk oleh pengabdian, dan diuji melalui kerja nyata yang panjang.

Inilah sepenggal jejak perjalanan H. Shalahuddin, ST., MT., sosok birokrat profesional yang kini tercatat sebagai Bupati ke-13 Kabupaten Barito Utara, membawa pengalaman puluhan tahun untuk membangun tanah kelahirannya.

Lahir di Muara Teweh pada 21 Juli 1971, Shalahuddin memilih jalan pengabdian melalui birokrasi.

Kariernya dimulai sebagai Aparatur Sipil Negara dari jenjang paling dasar.

Langkah demi langkah estafet dijalaninya tanpa jalan pintas, di mulai dari menjabat Kepala Seksi, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Barito Utara, hingga akhirnya dipercaya menduduki berbagai posisi strategis sebagai sekretaris perangkat daerah.

Jejak sejarah tersebut membentuk karakter kepemimpinan yang memahami persoalan daerah dari akar paling bawah hingga pengambilan keputusan.

Komitmen, integritas, dan kapasitasnya kemudian mengantarkannya ke tingkat yang lebih tinggi.

Pada 2017, ia dipercaya menjadi Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Provinsi Kalimantan Tengah.

Setahun berselang, H Shalahudin menerima amanah yang lebih besar datang ketika dipercayakan oleh Gubernur Kalimantan Tengah H Sugianto Sabran untuk memimpin Dinas PUPR Provinsi Kalimantan Tengah.

Selama lebih dari tujuh tahun, ia mengawal pembangunan infrastruktur strategis yang menjadi urat nadi pertumbuhan ekonomi dan konektivitas wilayah.

Kemampuannya memimpin kembali mendapat pengakuan saat dipercaya sebagai Penjabat (PJ) Bupati Kotawaringin Timur pada 2024.

Setelah itu, ia mengemban tugas sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Kalimantan Tengah.

Setiap jabatan menjadi ruang pembuktian bahwa kepemimpinan sejati dibangun melalui pengalaman, ketegasan, dan kemampuan menghadirkan solusi bagi masyarakat.

Di balik perjalanan kariernya, Shalahuddin memiliki fondasi akademik yang kuat. Ia menyelesaikan Diploma III Teknik Sipil di Universitas Lambung Mangkurat, melanjutkan pendidikan Sarjana Teknik Sipil di Institut Teknologi Nasional Malang pada 1995, kemudian meraih gelar Magister Teknik Sipil di Universitas Lambung Mangkurat.

Baginya, pendidikan bukan hanya sebuah gelar, melainkan bekal untuk melahirkan kebijakan yang terukur, berbasis ilmu pengetahuan, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

Di luar tugas pemerintahan, Shalahuddin juga aktif dalam berbagai organisasi, termasuk di bidang olahraga melalui PERGATSI Kalimantan Tengah dan Asprov PSSI Kalimantan Tengah.

Kiprahnya mencerminkan sosok pemimpin yang tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan sumber daya manusia secara Spiritual, pembinaan generasi muda, dan penguatan kehidupan sosial kemasyarakatan saja.

Keputusan mengakhiri karier birokrasi dan maju dalam kontestasi Pilkada menjadi titik balik penting dalam perjalanan hidupnya.

Dari seorang pelaksana kebijakan, ia memilih mengambil tanggung jawab yang lebih besar sebagai pemimpin daerah.

Pilihan tersebut bukan hanya langkah politik, melainkan bentuk pengabdian untuk memastikan pengalaman yang telah dibangun selama puluhan tahun dapat diwujudkan menjadi arah pembangunan yang lebih nyata bagi Barito Utara tercinta.

Kini, sejarah telah mencatat namanya sebagai Bupati Barito Utara.

Namun, bagi H. Shalahuddin, jabatan bukanlah garis akhir, melainkan awal dari amanah yang jauh lebih besar.

Waktu akan menjadi saksi, masyarakat akan menjadi penilai, dan setiap kebijakan akan menjadi jejak yang a dikenang dari generasi ke generasi Barito.

Sebab pada akhirnya, seorang pemimpin tidak diingat karena lamanya memegang kekuasaan, melainkan karena seberapa besar warisan pembangunan, kesejahteraan, dan harapan yang mampu ia tinggalkan dan bermanfaat untuk masyarakat Barito Utara juga bagi generasi berikutnya di Barito Utara pada masa depan.(Van)


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK