Fakta Nasional

Dari Minyak Jelantah hingga Cairan Antikarat, Inovasi Perwira Pertamina Sabet Penghargaan di APQ Awards 2026

FAKTANASIONAL.NET – Ratusan inovasi gemilang karya perwira PT Pertamina (Persero) kembali unjuk gigi dalam ajang bergengsi Annual Pertamina Quality (APQ) Awards 2026. Acara yang digelar di Ballroom Grha Pertamina, Jakarta, ini menampilkan berbagai t…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Jessy Serianda Editor: Redaksi 📍 Nasional Saturday, 20 June 2026 📖 2 menit
Dari Minyak Jelantah hingga Cairan Antikarat, Inovasi Perwira Pertamina Sabet Penghargaan di APQ Awards 2026
Direktur SDM Pertamina Andy Arvianto bersama para pemenang gugus inovasi saat berfoto bersama dalam ajang Annual Pertamina Quality (APQ) Awards 2026 yang berlangsung di Ballroom Grha Pertamina, Jakarta./Dok. Pertamina

FAKTANASIONAL.NET – Ratusan inovasi gemilang karya perwira PT Pertamina (Persero) kembali unjuk gigi dalam ajang bergengsi Annual Pertamina Quality (APQ) Awards 2026.

Acara yang digelar di Ballroom Grha Pertamina, Jakarta, ini menampilkan berbagai terobosan mutakhir, mulai dari pemanfaatan minyak jelantah menjadi bahan bakar pesawat ramah lingkungan hingga pengolahan limbah makanan menjadi cairan antikarat untuk peralatan pengeboran.

Berbagai inovasi tersebut dinilai sukses memberikan nilai tambah bagi perusahaan sekaligus memperkuat agenda keberlanjutan.

Memasuki gelaran ke-16, APQ Awards tahun ini mengusung tema "Elevating Talent, Accelerating Innovation, and Delivering Enterprise Value". Ajang ini diikuti oleh 915 perwira Pertamina yang tersebar dalam 120 gugus inovasi.

Baca Juga: Pastikan Energi di Wilayah Perbatasan Aman, Komut Pertamina Iwan Bule Tinjau Fasilitas Operasional di Kupang

Salah satu inovasi yang mencuri perhatian datang dari Pertamina Patra Niaga Kilang Cilacap. Tim ini berhasil mengembangkan Sustainable Aviation Fuel (SAF) atau bahan bakar pesawat berkelanjutan dengan memanfaatkan minyak jelantah sebagai bahan baku berbasis ramah lingkungan.

Langkah konkret ini menjadi bukti nyata dukungan Pertamina dalam mengakselerasi transisi energi dan bisnis rendah karbon menuju target Net Zero Emission.

Inovasi "Skin Care" Hemat Rp81 Miliar

Terobosan yang tak kalah memukau datang dari PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) melalui inovasi bernama "Skin Care".

Bukan untuk wajah, "Skin Care" ini merupakan cairan antikarat untuk peralatan rig pengeboran yang diolah dari limbah makanan. Berkat inovasi ini, PDSI sukses memboyong penghargaan predikat Platinum.

"Inovasi 'Skin Care' ini lahir dari kerasnya tantangan di lapangan. Alat pemboran kami sangat rentan terkena karat. Lewat bahan baku ramah lingkungan ini, kami tidak hanya menjaga kualitas alat, tetapi juga menekan potensi pencemaran lingkungan sekaligus mengurangi beban limbah," kata Manager Organization & Quality Management PT PDSI, Riyan Tamara dalam keterangan tertulisnya, Jumat (19/6).

Riyan menambahkan bahwa penggunaan cairan antikarat dari limbah makanan ini memberikan dampak finansial yang signifikan, yaitu mampu menghemat biaya operasional perusahaan hingga Rp81 miliar.

Instrumen Strategis Perusahaan

Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) Pertamina, Andy Arvianto, menegaskan bahwa APQ Awards bukan sekadar ajang kompetisi antar-talenta.

Lebih dari itu, ajang ini berfungsi sebagai instrumen strategis untuk memetakan kualitas inovasi dan budaya perbaikan berkelanjutan di seluruh entitas Pertamina Group.

"Ajang ini bukan sekadar kompetisi talenta perusahaan, namun menjadi instrumen strategis yang mencerminkan kondisi inovasi dan mutu di setiap entitas Pertamina Group. Hasil penilaian APQ Awards akan menjadi data dan insight bagi manajemen untuk memetakan kekuatan, gap, dan peluang perbaikan di seluruh lini organisasi," ujar Andy.

Pada malam penganugerahan APQ Awards 2026, dewan juri memberikan penghargaan Platinum kepada 40 gugus inovasi, Gold kepada 53 gugus, dan Silver kepada 27 gugus.

Di sisi lain, Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, memastikan bahwa seluruh inovasi yang lahir dari ajang ini tidak akan berhenti di atas kertas.

Inovasi-inovasi tersebut akan diintegrasikan ke dalam sistem knowledge management perusahaan agar bisa diimplementasikan secara luas di berbagai unit operasi Pertamina.

"Amanah untuk menjaga ketahanan energi nasional harus diiringi proses bisnis yang terus berinovasi, lebih cepat, efektif, dan optimal. Keberlanjutan inovasi ini juga akan kami pantau melalui sustainability audit pasca-kompetisi agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang," pungkas Baron.


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK