Darurat Sampah Nasional: Indonesia Hasilkan Gunungan Sampah Setara 12 Candi Borobudur Setiap Hari
FAKTANASIONAL.NET – Indonesia tengah menghadapi krisis pengelolaan sampah yang sangat serius. Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup, timbunan sampah nasional saat ini telah menyentuh angka fantastis, yakni sekitar 144.000 ton per hari. CEO W…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET – Indonesia tengah menghadapi krisis pengelolaan sampah yang sangat serius.
Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup, timbunan sampah nasional saat ini telah menyentuh angka fantastis, yakni sekitar 144.000 ton per hari.
CEO Waste4Change, Mohamad Bijaksana Junerosano—yang akrab disapa Seno—memberikan gambaran visual yang mencengangkan untuk menjelaskan skala krisis ini.
Menurutnya, volume tersebut setara dengan belasan bangunan bersejarah di Jawa Tengah.
"Tapi kalau kita bilang 12 Candi Borobudur per hari lumayan ada imajinasi, sebanyak itulah sampah yang kita hasilkan setiap hari," ujar Seno dalam acara Refleksi Hari Bumi: Meninjau Ulang Sistem Pengelolaan Sampah Indonesia di Jakarta, Senin (20/4/2026).
Jika diakumulasikan dalam satu tahun, total sampah yang dihasilkan masyarakat Indonesia mencapai angka yang setara dengan 4.380 bangunan Candi Borobudur.
Sistem "Kumpul-Angkut-Buang" yang Usang
Seno menyoroti bahwa persoalan utama di Indonesia adalah pola pengelolaan yang masih bersifat konvensional.
Alih-alih mengolah atau mendaur ulang, sistem yang berjalan saat ini mayoritas hanya memindahkan masalah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
"Atau pun kalau nggak ke TPA masuk ke sungai, masuk ke laut, dan lain-lain, dan itu merugikan kita juga," tambah Seno.
Lebih memprihatinkan lagi, tingkat pengelolaan sampah nasional masih jauh dari kata ideal.
Seno mengungkapkan sebuah fakta yang mengkhawatirkan mengenai efektivitas sistem saat ini.
"Baru sekitar 25 persen selesai terkelola," tegasnya.
Tragedi di TPA dan Bahaya Lingkungan
Rendahnya tingkat pengolahan ini menyebabkan beban berlebih pada TPA-TPA di berbagai daerah.
Penumpukan sampah yang tidak terkelola dengan baik bahkan telah memicu bencana mematikan.
"Bulan lalu, TPA di Bantar Gebang juga longsor tujuh orang meninggal," kata Seno mengungkap tragedi yang baru saja terjadi.
Selain risiko longsor, masyarakat juga masih kerap mengambil jalan pintas dengan membakar sampah secara sembarangan.
Praktik ini dinilai sangat berbahaya karena melepaskan zat beracun yang mengancam kesehatan publik serta memperburuk kualitas udara.
Refleksi Hari Bumi tahun ini menjadi pengingat keras bahwa tanpa perubahan sistem pengelolaan dari hulu ke hilir, Indonesia akan terus "tenggelam" dalam gunungan sampahnya sendiri.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.