Fakta Nasional

Daya Beli Masyarakat Turun Sejak 5 Bulan, Pedagang Rela Dapat Untung Tipis

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Daya beli masyarakat saat ini sedang tidak baik-baik saja, hal itu terlihat dari gerak roda ekonomi di pasar tradisional yang mengalami penurunan. Di Pasar Rawamangun, Jakarta Timur misalnya, pada Kamis (10/10/2024) bany…

Penulis: Editor Editor: Redaksi 📍 Nasional Friday, 11 October 2024 📖 1 menit
Daya Beli Masyarakat Turun Sejak 5 Bulan, Pedagang Rela Dapat Untung Tipis
Aktivitas perdagangan di Pasar tradisional Rawamangun, Jakarta Timur. Foto: Fakta Nasional/Asep

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Daya beli masyarakat saat ini sedang tidak baik-baik saja, hal itu terlihat dari gerak roda ekonomi di pasar tradisional yang mengalami penurunan.

Di Pasar Rawamangun, Jakarta Timur misalnya, pada Kamis (10/10/2024) banyak pedagang di sana lebih banyak tidak melakukan aktivitas perdagangan, karena sepi pembeli.

"Pasar sepi dibanding beberapa bulan lalu. Kalau Juli-Agustus anak-anak masuk sekolah memang banyak uang yang teralihkan ke sana, sekarang masuk Oktober harusnya udah mulai baik tapi belum kerasa," kata Arif, pedagang Sembako di Pasar Rawamangun.

Sepinya pengunjung yang datang juga senada dengan penjualan yang ada. Arif mengungkapkan terjadi penurunan penjualan dibanding awal tahun ini.

Kondisi ini pun membuatnya bingung. Padahal barang dagangannya merupakan bahan pokok penting (bapokting) seperti minyak goreng, telur hingga beras.

Pembeli sepertinya mengurangi jumlah pembelian dari yang sebelumnya.

"Misalnya minyak goreng, masyarakat yang biasa beli dua liter, sekarang belinya satu liter saja," terang Arie.

Pedagang lain yang juga berada di pasar yang sama, Zainal mengungkapkan dirinya berupaya untuk tetap bertahan di situasi saat ini, caranya dengan menipiskan margin.

Meski tidak mendapatkan untung yang cukup besar, namun hal itu diyakini bisa membuat pembeli bertahan untuk menjadi langganan.

"Karena kalau dinaikin dikit aja (pelanggan) bisa pergi, padahal naiknya bukan dari kita, jadi tidak apa-apa hanya ambil (untung) dikit. Kecuali memang naiknya tinggi seperti minyak goreng sekarang udah Rp17.000 per liter, mau tidak mau kita juga naikin harganya,"

Lemahnya daya beli masyarakat ini harus menjadi perhatian pemerintah, jangan sampai dibiarkan kondisi seperti sekarang yang berdampak terhadap pedagang pasar tradisional. [asp]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK