Daya Saing RI Anjlok 13 Peringkat ke 40, namun Pertumbuhan Ekonomi Tetap Optimistis
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Indonesia terperosok 13 peringkat dalam Indeks Daya Saing Global ke posisi 40, hasil dari laporan lembaga internasional terbaru. Penurunan ini mencerminkan tantangan yang muncul akibat ketidakpastian ekonomi global, fluk…
Dengarkan Ringkasan
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Indonesia terperosok 13 peringkat dalam Indeks Daya Saing Global ke posisi 40, hasil dari laporan lembaga internasional terbaru.
Penurunan ini mencerminkan tantangan yang muncul akibat ketidakpastian ekonomi global, fluktuasi harga komoditas, dan tekanan geopolitik. Meski demikian, keyakinan terhadap prospek pertumbuhan ekonomi Tanah Air tak luntur.
Kondisi makroekonomi Indonesia saat ini menunjukkan pijakan yang relatif stabil. Inflasi rendah di bawah 3% berhasil dijaga, cadangan devisa terjaga di level aman, dan disiplin fiskal tetap terjaga dengan defisit anggaran yang terkendali.
Kebijakan ini membantu meredam dampak penurunan belanja pemerintah sekaligus memitigasi perlambatan arus investasi asing.
Menurut Carolyn Turk, Direktur Divisi Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor Leste, pertumbuhan ekonomi kuartal I-2025 diproyeksikan mencapai 4,9% year-on-year.
Kelompok berpenghasilan rendah akan menjadi penerima manfaat terbesar melalui peningkatan akses lapangan kerja dan program perlindungan sosial.
Sementara itu, pertumbuhan konsumsi kelas menengah relatif melambat, mencerminkan pola pengeluaran yang mulai terdiversifikasi.
Rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan berkisar 4,8% per tahun pada periode 2025–2027.
Pendorong utamanya adalah program perumahan pemerintah dan peluncuran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara, yang diharapkan menarik investor dan meningkatkan kualitas infrastruktur.
Dengan fondasi kebijakan yang kuat dan fokus pada inklusivitas, Indonesia berpeluang kembali menguatkan daya saingnya ke depan. Meski peringkat saat ini menurun, respon kebijakan makro dan potensi investasi domestik menjadi kunci mempertahankan laju pertumbuhan yang tinggi.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.