Fakta Nasional

Defisit APBN 2025 Melebar Akibat Lonjakan Belanja Negara

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NTE - Laporan keuangan negara menunjukkan bahwa APBN 2025 ditutup dengan defisit sebesar Rp695,1 triliun atau sekitar 2,92 persen dari PDB. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menjelaskan bahwa angka ini lebih tinggi diban…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Friday, 09 January 2026 📖 1 menit
Defisit APBN 2025 Melebar Akibat Lonjakan Belanja Negara
Menkeu menegaskan pemerintah tengah memeriksa dugaan manipulasi transfer pricing ekspor CPO yang melibatkan sejumlah perusahaan raksasa seperti Wilmar dan Musim Mas./net
) -->

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NTE - Laporan keuangan negara menunjukkan bahwa APBN 2025 ditutup dengan defisit sebesar Rp695,1 triliun atau sekitar 2,92 persen dari PDB.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menjelaskan bahwa angka ini lebih tinggi dibandingkan defisit tahun sebelumnya.

Kondisi ini dipicu oleh realisasi penerimaan yang belum mencapai target maksimal di tengah kebutuhan belanja yang terus meningkat, dilansir pada 9 Januari 2026.

Hingga akhir Desember 2025, pendapatan negara tercatat sebesar Rp2.756 triliun, atau hanya mencapai 91,7 persen dari target yang ditetapkan. Angka ini mengalami penurunan jika dibandingkan dengan pencapaian tahun 2024.

Sektor pajak dan penerimaan negara bukan pajak menghadapi tantangan dinamis dalam situasi ekonomi global yang fluktuatif sepanjang tahun.

Di sisi lain, belanja negara justru melonjak hingga mencapai Rp3.451 triliun untuk mendukung berbagai program strategis nasional.

Meski defisit melebar, pemerintah memastikan bahwa penggunaan anggaran dialokasikan untuk sektor produktif yang berdampak langsung pada masyarakat. Keseimbangan primer juga mencatatkan defisit sebesar Rp180,7 triliun pada periode yang sama.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK