Delegasi Museum Prancis Jajaki Kerja Sama dengan Keraton Yogyakarta
FAKTANASIONAL.NET, YOGYAKARTA – Delegasi Museum dan Warisan Budaya Prancis melakukan kunjungan kerja ke Yogyakarta selama dua hari, terhitung sejak tanggal 29 hingga 30 Januari 2026. Kunjungan ini dilakukan untuk meninjau langsung sejumlah situs ber…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET, YOGYAKARTA – Delegasi Museum dan Warisan Budaya Prancis melakukan kunjungan kerja ke Yogyakarta selama dua hari, terhitung sejak tanggal 29 hingga 30 Januari 2026.
Kunjungan ini dilakukan untuk meninjau langsung sejumlah situs bersejarah terkemuka di Indonesia serta menjajaki peluang kerja sama kebudayaan.
Selama berada di Yogyakarta dan sekitarnya, rombongan delegasi mengunjungi beberapa situs warisan dunia yang menjadi ikon sejarah nusantara.
Baca Juga: Dubes UEA Sambut Megawati dan Peran Indonesia di Zayed Award
Destinasi tinjauan mereka meliputi Candi Borobudur, Candi Prambanan, Candi Plaosan, hingga Situs Manusia Purba Sangiran. Kunjungan ke lokasi-lokasi ini bertujuan untuk melihat dari dekat upaya pelestarian serta pengelolaan situs cagar budaya yang memiliki nilai historis tinggi tersebut.
Selain melakukan peninjauan ke situs candi dan purbakala, agenda penting lainnya dari Delegasi Museum dan Warisan Budaya Prancis adalah pertemuan resmi dengan pihak Keraton Yogyakarta.
Rombongan diterima langsung oleh Gusti Kanjeng Ratu Bendara di lingkungan Keraton.
Pertemuan tersebut membahas sejumlah rencana proyek kerja sama strategis antara institusi museum di Prancis dengan Keraton Yogyakarta.
Fokus pembahasan meliputi pertukaran pengetahuan dalam pengelolaan warisan budaya (cultural heritage), manajemen museum, serta upaya pelestarian nilai-nilai tradisi di era modern.
Kunjungan ini diharapkan dapat mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dan Prancis, khususnya dalam bidang kebudayaan dan permuseuman, serta membuka jalan bagi kolaborasi internasional yang lebih luas dalam pelestarian sejarah dunia.
Baca Juga: Raker Agung Senapati Nusantara, Hasto: Pelestarian Tradisi adalah Pengembangan
(FR)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.